Seyegan – Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kapanewon Seyegan memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui monitoring dan evaluasi (monev) pembentukan Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) baru serta evaluasi sarana dan prasarana hibah APBD Tahun 2025.
Kegiatan P3S Seyegan tersebut berlangsung Rabu (5/8/2026) dengan menyasar Kalurahan Margomulyo, khususnya Padukuhan Sawahan dan Ngemplaksari. Monev dilakukan untuk memastikan kelembagaan pengelolaan sampah berjalan sesuai ketentuan sekaligus mendukung target Sleman Tuntas Sampah 2029.
Di Padukuhan Sawahan, monev difokuskan pada pembentukan KPSM baru. Sebelumnya, padukuhan tersebut telah memiliki lembaga pengelolaan sampah yang aktif. Namun, kegiatan pengelolaan sampah terhenti sejak pandemi Covid-19.
Kini, sejumlah tokoh masyarakat berinisiatif menghidupkan kembali gerakan tersebut dengan membentuk kelembagaan baru melalui program Sedekah Sampah. Pembentukan KPSM ini menjadi bagian dari target satu padukuhan memiliki satu kelompok pengelola sampah.
Tim monev yang terdiri atas P3S Kapanewon, P3S Kawasan, dan P3S Kalurahan kemudian memastikan sejumlah aspek kelembagaan dan operasional. Pemeriksaan meliputi legalitas kelompok, pemilahan sampah dari sumber, penerapan prinsip 3R, hingga pelaporan kegiatan secara digital.
Legalitas kelembagaan menjadi salah satu perhatian utama. Kelompok pengelola sampah harus memiliki Surat Keputusan (SK) sebagai dasar hukum dalam menjalankan kegiatan.
Selain itu, P3S Seyegan juga mengevaluasi penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Pemilahan sampah didorong dilakukan sejak dari rumah dengan memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu.
Administrasi digital turut menjadi bagian dari evaluasi. Pengurus KPSM didorong aktif mencatat kegiatan operasional dan volume sampah melalui aplikasi SIOSESTU (Sistem Informasi Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu).
P3S Kalurahan Margomulyo, Asih Rahayu, mengatakan pendampingan terhadap KPSM baru tidak berhenti setelah kelembagaan terbentuk. Pendampingan akan terus dilakukan agar kelompok mampu menjalankan kegiatan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Pendampingan dari P3S akan terus kami lakukan. Bahkan dalam proses mencarikan pengepul sampah, kami juga akan memfasilitasi agar kegiatan pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Asih Rahayu.
Sementara itu, monev sarana dan prasarana hibah APBD Tahun 2025 dilakukan terhadap kelompok Sedekah Sampah Pratiwi Mulyo di Padukuhan Ngemplaksari, tepatnya Dusun Bulu Ngemplak.
Dalam kegiatan tersebut, tim memeriksa hibah kendaraan roda tiga yang diterima kelompok. Pemeriksaan mencakup kondisi kendaraan, kesesuaian pemanfaatan, serta kelengkapan dokumen kendaraan berupa STNK dan BPKB.
Tim juga memastikan pemasangan stiker identitas pada bak kendaraan telah dilakukan sesuai ketentuan. Evaluasi tersebut bertujuan memastikan sarana hibah digunakan sesuai peruntukan dan mendukung kegiatan pengelolaan sampah masyarakat.
Ketua Sedekah Sampah Pratiwi Mulyo, Desi Marzuni, mengatakan kelompoknya masih membutuhkan dukungan sarana dan peningkatan kapasitas untuk mengembangkan kegiatan pengelolaan sampah.
“Sampai sekarang kami belum pernah mendapatkan fasilitasi dari DLH. Kami berharap ke depan ada bantuan berupa kompartemen, komposter, gerobak, tong sampah, serta pelatihan dan studi tiru agar pengelolaan Sedekah Sampah Pratiwi Mulyo semakin berkembang,” kata Desi.
Menurut Desi, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara konsisten.
Karena itu, kelompok mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari PKK, kader Jumantik, Karang Taruna, hingga seluruh warga. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pemilahan dan pengelolaan sampah dapat menjadi kebiasaan di tingkat rumah tangga.
Pembentukan KPSM baru di Padukuhan Sawahan dan penguatan kelompok Sedekah Sampah Pratiwi Mulyo menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Kalurahan Margomulyo mulai diperkuat melalui kelembagaan masyarakat.
Melalui pendampingan, penertiban administrasi, pemanfaatan teknologi digital, serta evaluasi sarana dan prasarana, P3S Seyegan berharap kelompok pengelola sampah semakin aktif dan mandiri. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah yang keluar dari wilayah Margomulyo dan memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.
Penguatan kelembagaan di tingkat padukuhan diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan demikian, gerakan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target Sleman Tuntas Sampah 2029 serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
