_”Kami….
Segenap elemen masyarakat Kapanewon Seyegan berkomitmen menerapkan 5 M untuk mencegah pentebaran virus corona bersama….kita sehat….kita kuat”_
Komitmen bersama tersebut, disampaikan di akhir acara dengan serentak dan penuh semangat oleh peserta Rapat Koordinasi Lintas Sektor bidang Kesehatan Kapanewon Seyegan, Senin 15 Pebruari 2021.
Dengan menempati Ruang Rapat Lantai II Kapanewon Seyegan, acara yang dihelat mulai pukul 09.00 tersebut dihadiri oleh segenap sektor terkait yaitu Polsek, Koramil, Kapanewon, Puskesmas, KUA, Kalurahan, BPD, PKK, PLKB, PMI, DMI, UPTD BP4, UPTD TPU, UPTD YANDIK, Muhammadiyah, NU, Gereja, Relawan dan KIM.
Pertemuan ini merupakan pertemuan rutin tiga bulanan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Seyegan. Adapun materi disesuaikan dengan permasalahan yang sedang dihadapi dan membutuhkan koordinasi dengan semua pihak terkait yang ada di wilayah. Dan pada kesempatan kali ini materi rakor masih mengetengahkan topik pandemi Covid- 19.
Drg. Ratih Susila, Kepala Puskesmas Seyegan memberikan materi tentang Konsep Dasar dan Implementasi Penelusuran Kontak Erat. Ratih menjelaskan tentang manfaat tracing untuk memutus penyebaran covid 19 yang meliputi identifikasi, informasi dan isolasi. Penelusuran kontak erat ini adalah kunci utama dalam memutus rantai transmisi covid 19.
Lebih jauh, Ratih menjelaskan juga tentang elemen utama penelusuran kontak erat yaitu
– Pelibatan dan dukungan masyarakat
– Perencanaan yang matang (situasi wilayah)
– Masyarakat dan Budaya
– Dukungan Logistik
– Pelatihan dan supervisi
– Sistim manajemen data pelacakan kontak
Dibagian akhir, Ratih menandaskan peran masyarakat dalam menghindari stigma dalam kontak erat termasuk berperan dalam penyiapan logistik selama isolasi.
R. Budi Pramono, SIP, MSi, Panewu Seyegan dalam pengarahannya menyampaikan tentang keberadaan posko covid-19 di tingkat Kalurahan yang belum berperan secara optimal. Masih ada posko yang hanya papan nama saja, didirikan tapi tidak ada aktivitas yang memberi kontribusi untuk pencegahan covid.
Posko yang berperan aktif dalam penanganan covid dapat mempunyai fungsi dalam perencanaan, evaluasi dan pelaporan. Ada sinergi antara tracing dan testing dalam PTKM (Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat) tahap III ini.
Posko ini juga bisa digunakan untuk sarana edukasi masyarakat tentang penanganan covid. Masyarakat masih bingung terhadap penanganan warga positif covid. Ini artinya perlu adanya guidance/manual sebagai pegangan semua yang bertugas di posko.
Di bagian akhir, Budi menyampaikan esensi keberadaan Posko yang ada di setiap Kalurahan yang mempunyai 4 fungsi yaitu pencegahan/edukasi, penanganan 3 T (Testing, Tracing dan Treatment), pembinaan dan pencatatan pelaporan.
Selain dari 2 narasumber utama tersebut, ada beberapa pengarahan juga dari lintas sektor yaitu dari Polsek yang selama ini juga mengadakan kegiatan operasi masker di tempat tempat strategis bersama dengan Polisi Pamong Praja dan Koramil. Sedangkan dari KUA dengan gerakan 5 M nya yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas/interaksi.
Rakor dilanjutkan diskusi dengan peserta rakor dan ditutup pada pukul 12.00 dengan bersama sama menyatakan komitmennya menerapkan gerakan 5 M.
-AS-
