Kalurahan Margoluwih, Rabu (31/05) berlangsung Evaluasi Kalurahan Inovatif tahun 2023. Mewakili Seyegan, Margoluwih dengan segala inovasinya berjuang untuk menampilkan yang terbaik. Didukung sumber daya alam dan sumber daya manusianya, Margoluwih cukup menjanjikan untuk evaluasi yang setiap tahun diagendakan tersebut.
Dibuka dengan ucapan selamat datang dari Sunaryo selaku Lurah Margoluwih yang menyampaikan bahwa inovasi yang ada di Margoluwih memang didominasi oleh pelayanan kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Namun dari apa yang sudah dipersiapkan untuk evaluasi Kalurahan Inovatif ini, Sunaryo juga berharap ada pembinaan kepada generasi muda untuk bisa bekerja di luar negeri yang kedepannya bisa menjalankan usaha sendiri dengan modal yang dikumpulkan dan sebagai dampaknya adalah rekruitmen tenaga kerja dari lingkungan sendiri.
Sebelumnya Sunaryo juga membuat gebrakan dengan merespon positif program dari Kabupaten Sleman untuk membiayai anak anak yang tidak nampu sampai dengan perguruan tinggi.
Program Indonesia Pintar (PIP) mendorong anak anak untuk kuliah dengan program beasiswa.
Dihadapan 40 dewan juri dari semua OPD Kabupaten Sleman, Widodo, S Pd memberi paparan inovasi yang selama ini telah dan sedang dilaksanakan di Margoluwih. Tidak kurang dari 16 program inovasi yang ditampilkan dari program kesehan, lingkungan hidup, sosial, kependudukan, ekonomi, pertanian, pajak dan sosial media.
Ke 16 program inovasi tersebut adalah :
– LAKON SEMAR
Layanan pemeriksaan kesehatan masyarakat agar sadar akan pentingnya pengecekan kesehatan secara rutin dan berkala.
– GEBRAK KUNTING
Gerakan bersama keluarga menuju keluarga unggul tanpa stunting
– JUMANTIK (Juru Pemantau Jentik)
Margoluwih dari tatun 2021, 2022, 2023 masuk kategori zero DB
– JAMU LUWIH (Jaring aspirasi masyarakat Kalurahan Margoluwih)
Program yang membuka ruang kepada masyarakat untuk mendapat informasi apa saja dari Kalurahan sekaligus menyampaikan aspirasi kepada Kalurahan.
– JEMPOL MATA BAJA (Jemput Bola masyarakat taat bayar pajak). Kalurahan Margoluwih lunas pajak 2017 -2023.
– LUKA DESI (Keluarga berduka desa beraksi)
– JEMPOL ADMINDUK (Jemput bola administrasi kependudukan pak Dukuh)
– RDS (Relawan Desa Siaga) di Barak I
– JAGA WARGA
– INOVASI UMKM
– KELOMPOK MINA PADI
– PETANI MILENIAL
– TAJARWO (Tanam Jajar Legowo)
– BARTAKUM IMAN (Barak tanpa kumuh indah nyaman) , program sedekah sampah
– PAMSIMAS TIRTO LINUWIH
– LUWIH MIGUNANI, Program karang taruna di bidang sosial kemasyarakatan.
Drs. Sarjono, M.Si, Sekretaris Dinas PMK Kabupaten Sleman yang mewakili Bupati, memberi sambutan berkaitan dengan evaluasi Kalurahan inovatif yang sudah dipaparkan. Margoluwih merupakan kalurahan ke 5 dari 17 Kalurahan yang di evaluasi pada saat ini.
Tujuan dari evaluasi adalah untuk mendorong kalurahan untuk melakukan tata kelola pemerintahan yang baik dengan dukungan teknologi.
Sarjono melihat Margoluwih sudah banyak inovasinya. Artinya Margoluwih sekarang ini telah mendekatkan dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat, disamping keterbukaan dan pemberdayaan masyarakat baik ekonomi serta pengembangan potensi.
Diakhir sambutannya, Sarjono berpesan setelah diadakan evaluasi, Margoluwih tidak berhenti dalam menciptakan program unggulan. Setelah sambutan tersebut, dewan juri menyebar ke bidang masing masing untuk mengadakan tanya jawab dan pengecekan administrasi kepada masing masing bidang.
Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo yang hadir setelah evaluasi, berkenan untuk berkeliling mengunjungi stand UMKM yang menjajakan aneka produk dan setelah itu memberi sambutan yang menggarisbawahi bahwa dalam lomba kalurahan inovatif ini sengaja melibatkan semua OPD Kabupaten Sleman dengan jumlah juri sebanyak 40 orang. Harapannya, Kalurahan dapat mempersiapkan diri baik sebagai kalurahan budaya mandiri maupun kalurahan berkreasi yang mempunyai inovasi dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu Kustini juga berharap adanya pelibatan masyarakat dalam kerangka pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi permasalahan yang ada, seperti permasalahan stunting, sampah, sosial, keamanan sampai dengan permasalahan kemiskinan. Kata kuncinya adalan pola pendekatan dan komunikasi.
Sebagai sambutan sekaligus pelepasan tim juri, Panewu Seyegan, Samino, S.IP, M.Ec.Dev. mengucapkan terima kasih atas evaluasi yang telah diberikan dan menyampaikan bahwa apa yang ditampilkan oleh Margoluwih ini merupakan program yang selama ini telah berjalan. Artinya program yang dievaluasi ini bisa menggambarkan inovasi yang sebenarnya. Samino berharap program inovasi yang ditampilkan tersebut nampu mengatasi permasalahan utamanya angka kemiskinan dan stunting. Di bidang UMKM, dengan evaluasi Kalurahan inovatif ini dapat mendorong semangat pelaku UMKM untuk menciptakan kreasi kreasi terbaru.