SEYEGAN — Padukuhan Grajegan, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, terpilih mewakili wilayahnya dalam Evaluasi Kampung Hijau Kabupaten Sleman 2025. Penilaian lapangan dan administrasi dilakukan pada Kamis (8/5/2025) oleh tim penilai dari berbagai instansi Pemkab Sleman, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Bappeda, dan didampingi oleh LSM lingkungan.

Lurah Margokaton, Anggit Bimanyu, SP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat Grajegan. Ia menegaskan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi kebutuhan sehari-hari, bukan hanya persiapan lomba.

“Evaluasi ini bukan semata ajang kompetisi, tapi menjadi tonggak awal komitmen masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Anggit.

Ketua Tim Juri, Eni Yuliani, SE, M.Si, dari DLH Sleman menyebut lima aspek penilaian utama dalam evaluasi, yakni:

  1. Pengelolaan sampah

  2. Penghijauan dan pemanfaatan ruang publik

  3. Partisipasi masyarakat

  4. Sanitasi dan kebersihan lingkungan

  5. Konservasi sumber daya air

Eni mengapresiasi sambutan warga, termasuk suguhan hasil bumi dalam kemasan ramah lingkungan serta penampilan seni anak-anak yang menyemarakkan kegiatan.

Presentasi profil kampung hijau Grajegan disampaikan oleh Widodo, mencakup visi padukuhan, pemanfaatan lahan, kelembagaan masyarakat, serta langkah menuju rintisan desa wisata. Pemaparan ini dilanjutkan dengan verifikasi fisik oleh tim juri, meninjau pemanfaatan lahan pekarangan, komposter rumah tangga, biopori, dan kebun KWT.

Mustika Dewi, SH, salah satu anggota tim juri, menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan warga Grajegan. Namun, ia juga mencatat masih adanya pembakaran sampah dan belum maksimalnya pengelolaan sampah organik. Beberapa keunggulan Grajegan meliputi pemanfaatan hidran pump untuk irigasi dan inisiatif biogas dari limbah ternak, meski saat ini vakum.

“Pemanfaatan pekarangan dan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R masih bisa ditingkatkan. Grajegan punya potensi kuat untuk jadi percontohan kampung hijau di Sleman,” jelas Dewi.

Panewu Seyegan, Samino, S.IP., M.Ec.Dev., berharap Grajegan mampu meraih hasil terbaik. Ia menekankan bahwa modal sosial warga harus terus dioptimalkan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Kesadaran warga terhadap penghijauan dan pentingnya ruang publik sudah baik. Ini harus terus dijaga bahkan ditingkatkan, agar program kampung hijau tak berhenti hanya pada lomba,” tegas Samino.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Kabupaten Sleman dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang sehat, berkelanjutan, dan berbasis gotong royong.

Padukuhan Grajegan Mewakili Kapanewon Seyegan dalam Evaluasi Kampung Hijau Tahun 2025