SEYEGAN — Pemerintah Kapanewon Seyegan menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun Usulan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2026 pada Selasa (4 Februari 2025) di Aula Lantai II Kapanewon Seyegan. Kegiatan ini diikuti oleh 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lima lurah, serta perwakilan dari kalurahan yang terdiri atas ulu-ulu, Ketua Tim Penggerak PKK, BPKal, LPMKal, Bumkalma, dan Ketua KIM Kapanewon Seyegan. Hadir sebagai narasumber anggota DPRD Kabupaten Sleman, Sukamto, SH.
Musrenbang dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan paparan Panewu Seyegan, Samino, S.IP, M.Ec.Dev, yang menyampaikan tema pembangunan tahun 2026: “Menguatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi didukung SDM yang berkualitas dan berkelanjutan.”
Dalam sambutannya, Samino menggarisbawahi delapan prioritas pembangunan Kabupaten Sleman, seperti penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, infrastruktur pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan. Ia juga memaparkan persoalan utama di wilayah Seyegan, yaitu angka kemiskinan dan stunting yang masih tinggi serta infrastruktur publik yang belum memadai.
Total usulan perencanaan pembangunan dari Kapanewon Seyegan mencapai Rp 26,33 miliar, terdiri dari:
-
PUPM: Rp 3,2 miliar
-
Non PUPM: Rp 14,43 miliar
-
BKK Murni: Rp 500 juta
-
Dana Keistimewaan: Rp 8,2 miliar
Sukamto, SH, dalam paparannya menyampaikan bahwa usulan kegiatan tahun 2026 sebaiknya mengacu pada hasil evaluasi tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa Musrenbang adalah kerangka berpikir sistematis untuk membangun wilayah secara komprehensif. Sukamto juga menyoroti pentingnya perbaikan jalan dan penerangan di wilayah Seyegan.
Dona Saputra Ginting, ST, dari Bappeda Sleman, mengingatkan peserta tentang visi misi RPJM 2021–2026 serta visi Bupati Sleman, yang menekankan pembangunan masyarakat maju, adil, dan berkeadaban. Dona menyampaikan bahwa target penurunan angka kemiskinan Kabupaten Sleman tahun 2026 adalah 6,77–6,83%, sementara angka kemiskinan di Kapanewon Seyegan masih tinggi yaitu 11,97%, menjadikannya satu dari lima wilayah prioritas penanggulangan kemiskinan.
Dona juga memaparkan isu-isu strategis pembangunan di Seyegan seperti rencana tata ruang wilayah dan pengembangan kawasan tanaman pangan dan pemukiman. Ia turut menyinggung proyek pembangunan jalan tol yang telah memasuki tahap operasional setelah pembebasan lahan sejak 2022.
Musrenbang ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Musyawarah oleh perwakilan peserta setelah sesi diskusi dan tanya jawab dengan ketiga narasumber.
