SEYEGAN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalurahan Margoluwih ke-79, panitia Gebyar Budaya Margoluwih menggelar dua kegiatan bernilai sosial dan edukatif, yaitu Aksi Donor Darah dan Festival Anak Sholeh, pada Minggu (12/10/2025) di Gedung Olahraga Margoluwih, Kapanewon Seyegan.

Kegiatan dengan tema “Membangun Generasi yang Cerdas dan Berakhlak Mulia Menuju Keluarga yang Berkualitas” ini menggabungkan dua misi mulia: kepedulian sosial dan pembinaan karakter Islami sejak dini.

Festival Anak Sholeh diikuti oleh 681 peserta, terdiri dari 245 anak lomba utama dan 436 peserta lomba dongeng yang berasal dari TPA, madrasah, dan sekolah dasar di wilayah Seyegan.

Beragam lomba digelar, di antaranya adzan, tartil, tahfidz, pidato, dan mewarnai, khusus kategori mewarnai ditujukan bagi anak-anak usia di bawah 8 tahun.

“Festival Anak Sholeh bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah pengembangan karakter, kreativitas, dan keimanan anak-anak. Kami ingin generasi Qur’ani yang berakhlak mulia tumbuh kuat di tengah tantangan zaman,” ujar Yunan Purwanto, panitia sekaligus pengurus Badko TPA Seyegan.

Sementara itu, kegiatan Aksi Donor Darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman dan PMI Kapanewon Seyegan. Dengan tema “Sehatkan Tubuh, Bantu Sesama”, kegiatan ini berhasil menjaring 38 pendonor yang antusias mendonorkan darahnya untuk membantu sesama.

Widodo, S.Pd., Kamituwo Margoluwih sekaligus penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa acara gabungan ini dirancang agar memberikan nilai manfaat yang luas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian kepada sesama bisa dilakukan oleh siapa saja. Orang tua mendonorkan darah, anak-anak berkompetisi dalam kegiatan positif — semua berjalan selaras,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat begitu tinggi. Orang tua mendampingi anak-anak lomba sambil berpartisipasi dalam donor darah. Suasana makin semarak dengan hadirnya stand UMKM, bazar makanan, buku Islami, dan pojok edukasi kesehatan di area kegiatan.

Ketua PMI Cabang Seyegan, Beni Sujendro, turut mengapresiasi inisiatif ini.

“Setiap kantong darah sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan. Kami mendukung kolaborasi sosial dan keagamaan seperti ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan dan spiritual ini, Kapanewon Seyegan menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang sehat, peduli, dan berakhlak mulia.

Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin dan inspirasi bagi wilayah lain dalam membentuk generasi muda yang tangguh secara moral dan sosial.