SEYEGAN — Forum Seyegan Resik (FSR) turut berpartisipasi dalam event Pasar Lebaran 2025 yang digelar pada Rabu-Kamis (19–20 Maret 2025) di halaman Kapanewon Seyegan. Keikutsertaan ini menjadi upaya berkelanjutan FSR dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah, khususnya dalam pemanfaatan dan daur ulang.
FSR merupakan forum silaturahmi antar Bank Sampah dan Sedekah Sampah se-Kapanewon Seyegan, yang aktif mengampanyekan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dalam event ini, FSR membuka stand yang menampilkan produk pupuk kompos, hasil keterampilan daur ulang, serta alat pengelolaan sampah organik seperti biopori, komposter, dan ember tumpuk.
“Aspek edukasinya yang lebih penting. Meski belum banyak yang membeli produk, kesadaran masyarakat mulai tumbuh terhadap nilai ekonomis sampah,” ujar Asih Rahayu, penjaga stand FSR.
Arya, relawan dari Sedekah Sampah Taruna Bakti Kadipiro Margodadi, menambahkan bahwa sejumlah pengunjung berkonsultasi mengenai solusi pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Hal ini menunjukkan mulai adanya kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan.
Keberadaan FSR dalam event Pasar Lebaran juga mendapat dukungan dari Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati, yang menyebutkan bahwa meskipun belum bisa memfasilitasi event skala besar, Kapanewon telah memberikan ruang bagi FSR untuk tampil dan berkembang.
“Tujuan FSR untuk merancang dan mengimplementasikan solusi pengelolaan sampah sudah mulai tercapai melalui event seperti ini,” tambah Rini.
Produk yang dipajang di stand FSR antara lain bunga dari botol bekas dan sedotan, dompet dari limbah kain, serta banner edukatif terkait jenis-jenis sampah. Pengurus juga memperagakan alat pengolah sampah yang bisa diaplikasikan di rumah tangga.
Sutarto, praktisi pengelolaan sampah dari JPSM, menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat terkait sampah membutuhkan pendampingan berkelanjutan dan gerakan kolektif.
“Edukasi ini tidak bisa sekali jalan. Harus dilakukan terus menerus agar pengelolaan sampah menjadi budaya di tengah masyarakat,” tutup Sutarto.
