SEYEGAN — Sebanyak 25 peserta dari Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM), baik Bank Sampah (BS) maupun Shodaqoh Sampah (SS) di wilayah Kapanewon Seyegan, , Selasa (24/6/2025). Pelatihan yang dilaksanakan di Aula Lantai II Kantor Kapanewon Seyegan ini difasilitasi oleh Forum Seyegan Resik sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas pelaporan data pengelolaan sampah secara digital.
Pembina Forum Seyegan Resik, Sutarto Agus, membuka kegiatan dengan menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali KPSM agar dapat menggunakan aplikasi SIOSESTU secara optimal dalam menyampaikan laporan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.
“Dinas membutuhkan data pelaporan yang valid dan cepat, karena berkaitan dengan penilaian untuk penghargaan seperti Kalpataru dan Adipura,” kata Sutarto. Ia juga menambahkan bahwa selain menyediakan tutorial dalam bentuk video di YouTube, Forum Seyegan Resik akan memberikan pendampingan lanjutan bagi KPSM yang mengalami kendala teknis.
Kepala Jawatan Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Forum Seyegan Resik telah diakui secara kelembagaan, meskipun hingga kini belum mendapat alokasi anggaran kegiatan secara khusus. Ia berharap ke depan akan ada dukungan anggaran untuk penguatan kapasitas anggota dan pelaksanaan kegiatan forum secara lebih luas.
“Pelatihan hari ini hanya diikuti 25 peserta karena keterbatasan anggaran. Harapannya KPSM yang sudah memahami aplikasi bisa membagikan ilmunya kepada kelompok lain,” ujarnya.
Pelatihan dipandu oleh Andi Triyanto dari Tim Kerja Pengelolaan Persampahan DLH Sleman. Ia menjelaskan tahapan penggunaan aplikasi mulai dari pendaftaran akun, verifikasi data, hingga unggah dokumen pendukung seperti Surat Keputusan (SK) dari lurah. Selain itu, peserta diminta melengkapi data pengepul sebagai pihak ketiga, termasuk alamat dan nomor telepon.
Dari seluruh peserta, hanya dua KPSM yang berhasil menyelesaikan proses verifikasi hingga akhir pelatihan. Menurut Andi, sejumlah kendala yang umum ditemui antara lain akun tidak aktif, kesulitan akses Google Maps, dan dokumen SK yang belum sesuai format PDF.
“Bagi KPSM yang masih kesulitan, kami menyediakan kontak WhatsApp sekretariat serta tautan video tutorial resmi yang bisa diakses pada jam kerja,” jelas Andi.
Ia menambahkan, saat ini sudah ada 10 KPSM di Sleman yang berhasil terverifikasi dalam sistem. Masih tersedia 20 slot bagi kelompok lain yang berhasil melakukan pelaporan lengkap untuk mendapatkan insentif berupa Rumpi-ah atau Rumah Pilah Sampah dari DLH Sleman.
