SEYEGAN — Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) tahap II tahun 2025 di wilayah Kapanewon Seyegan, Sleman. Kegiatan KKN dilaksanakan selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2025, dan terbagi dalam dua unit yang tersebar di empat kalurahan: Margomulyo, Margokaton (Unit I), serta Margoagung dan Margoluwih (Unit II).

Mahasiswa KKN-PPM mengusung tema “Pengelolaan Sampah dan Pengembangan Pertanian Lokal” untuk Unit I dan “Pengelolaan Sampah serta Gerakan Masyarakat (Germas) dalam Penanganan Stunting” untuk Unit II.

Acara penerjunan dan penerimaan secara resmi digelar pada Senin (23/6/2025) di Aula Lantai II Kantor Kapanewon Seyegan. Hadir dalam acara tersebut Panewu Seyegan, perwakilan lurah dan dukuh, serta pihak Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UGM.

Perwakilan PPM UGM, Nur Indah Savriani, menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat diterima dengan baik oleh masyarakat serta bersinergi mendukung program pembangunan di wilayah Seyegan. Ia juga berpesan kepada mahasiswa untuk menjaga etika, berperilaku sopan, menjaga kesehatan, dan aktif berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Panewu Seyegan, Agung Endarta, dalam sambutannya mengapresiasi penempatan lokasi KKN di wilayahnya. Ia menilai tema yang diusung sangat relevan dengan isu prioritas nasional, terutama dalam pengelolaan sampah, penanganan stunting, dan pengembangan sektor pertanian.

“Seyegan masih menjadi salah satu lumbung padi di Sleman, namun menghadapi tantangan berupa minimnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian,” ujar Agung. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi pemicu keterlibatan generasi milenial dalam sektor pertanian melalui pendekatan dan program yang inspiratif.

Sebagai simbol penerimaan, Panewu Seyegan menyematkan topi KKN kepada perwakilan mahasiswa. Lurah Margoagung, Sujarwo, yang mewakili lokasi KKN, memberikan pesan agar mahasiswa membaur dengan masyarakat serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal selama menjalankan program. Ia juga menekankan pentingnya merancang program yang berkelanjutan pasca-KKN.

Perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Sholihatun, turut memperkenalkan pembagian unit mahasiswa dan wilayah kerjanya. Ia berharap mahasiswa dapat menebar manfaat dan menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat.

Dengan slogan “Bhakti Seyegan”, para mahasiswa KKN-PPM UGM bertekad menjalankan berbagai program kerja selama 288 jam pengabdian guna mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Seyegan.

Penerjunan KKN di Kapanewon Seyegan