Bertempat di Gedung Pertemuan Kalurahan Margodadi, Kamis 28 Januari 2021 dilakukan evaluasi terhadap pendampingan Desa Berkarakter Pancasila oleh Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman.
Pertemuan ini menghadirkan Lurah dan perangkatnya, LPMK, Karang Taruna, BABINSA/BABINKANTIBMAS, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama ini dimulai pada pukul 09.30 dengan Nara Sumber Bapak Basuki (Badan Kesbangpol), H. Wahyudi (Ketua BPK Kalurahan Sendangmulyo) dan Dr. Alif Mertayasa (Sekretaris FKUB Kabupaten Sleman).
Sebelum sarasehan dimulai, ada pengarahan dari Kepala Jawatan Keamanan Seyegan, Pahala Manurung, SE yang menyampaikan tentang kondisi kemasyarakatan di Padukuhan Kasuran Kulon yang dijadikan sebagai lokasi/percontohan Desa Berkarakter Pancasila. Toleransi dan gotong royong yang diterapkan oleh masyarakat Dusun Kasuran Kulon bisa dijadikan contoh dalam menerapkan nilai nilai luhur Pancasila. Diingatkan pula oleh Manurung, untuk selalu menjaga 4 Pilar kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
Drs. Heri Sutopo, M.Sc, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman dalam pengarahannya mengingatkan bahwa tugas bersama kita untuk membina masyarakat berkarakter Pancasila. Sebagai mana tertuang dalam Peraturan Bupati Sleman tentang Desa Berkarakter Pancasila, terlihat bagaimana upaya Pemerintah untuk membumikan kembali nilai nilai luhur Pancasila.
Dusun Kasuran Kulon Kalurahan Margodadi merupakan Perintis Desa Berkarakter Pancasila yang dicanangkan pada tahun 2018 dan pada tahun berikutnya dicanangkan untuk desa desa yang lain.
Heri menambahkan, perlunya dukungan dari banyak pihak untuk mewujudkan nilai nilai luhur Pancasila tersebut termasuk dari pemerintah Kapanewon dan Kalurahan.
Kegiatan sambung rasa dipimpin oleh Basuki, dari Kesbangpol yang pada intinya untuk mereview kembali revitalisasi nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari.
Pendekatan dari kegiatan ini adalah pendekatan edukasi, tindak nyata dan keteladanan. Adapun aspek yang digunakan adalah aspek kebijakan, aspek kelembagaan dan aspek praktek atau kegiatan sehari hari.
Wahyudi, ketua BPK Sendangmulyo mengingatkan bahwa selama ini kita lemah dalam pendokumentasian/administrasi.
Wujud dari kegiatan yang berbau kemasyarakatan dapat dilihat pada masa pandemi covid 19 seperti sekarang ini.
Wahyudi menambahkan dengan membantu warga yang melakukan isolasi mandiri karena terpapar covid 19 adalah bukti nyata pengamalan butir butir Pancasila. Karakter Pancasila ini bisa bersinggungan langsung dengan kebiasaan meskipun memerlukan waktu.
Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman, Dr. Alif Mertayasa menyampaikan korelasi antara kerukunan dan karakter. Karakter tumbuh berkembang secara alami. Kerukunan dimaknai sebagai pondasi/dasar dalam kehidupan sehari hari. Dengan kerukunan tumbuh karakter karakter yang Pancasilais atau tidak dibuat- buat.