SEYEGAN – SMP Negeri 1 Seyegan menunjukkan kesiapannya menuju predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri 2025, penghargaan tertinggi bagi sekolah yang konsisten menerapkan prinsip peduli dan berbudaya lingkungan secara berkelanjutan.
Kunjungan Tim Verifikasi Sekolah Adiwiyata Mandiri berlangsung pada Selasa (11/11/2025) di aula sekolah. Tim penilai berasal dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi DIY, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, serta LSM Oista. Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, perwakilan Kapanewon Seyegan, perwakilan Puskesmas Seyegan, komite sekolah, paguyuban orang tua siswa, serta tim Adiwiyata SMP N 1 Seyegan.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 1 Seyegan, Tri Worosetyaningsih, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan mengikuti verifikasi tingkat nasional tersebut.
“Predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri bukan hanya penghargaan, tetapi bukti nyata komitmen seluruh warga sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap pagi selama 10 menit seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan peduli lingkungan, seperti merawat tanaman, memilah sampah, dan menjaga kebersihan kelas.
“Dengan semangat Go Green, kami berkomitmen menjadikan SMP Negeri 1 Seyegan sebagai sekolah hijau yang mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain warga sekolah, orang tua siswa juga turut berperan melalui program kerja bakti rutin dan jadwal piket kebersihan yang melibatkan komunitas orang tua. Sinergi ini menjadi kekuatan utama SMP N 1 Seyegan dalam membangun budaya lingkungan yang inklusif.
Mustadi, S.Sos., M.M., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh warga sekolah.
“SMP Negeri 1 Seyegan telah membuktikan komitmennya menjaga lingkungan. Kami berharap sekolah ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Sleman,” tuturnya.
Dalam proses verifikasi, tim penilai meninjau berbagai aspek seperti pengelolaan sampah, konservasi energi dan air, kebersihan lingkungan, serta integrasi pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum. Tim juga mengapresiasi inovasi siswa, antara lain pembuatan pot bunga dari galon bekas, hiasan dinding dari kardus, hingga sabun cair dari lidah buaya (aloe vera).
Sejak tahun 2019, SMP N 1 Seyegan telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Kabupaten, dilanjutkan Provinsi (2022), Nasional (2023), dan kini melangkah menuju tingkat Mandiri pada 2025. Selain itu, sekolah ini juga dikenal sebagai Sekolah Berbasis Budaya, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Siaga Kependudukan, Sekolah Sehat, serta Sekolah Sehat Jiwa.
Kunjungan diakhiri dengan foto bersama dan penandatanganan komitmen berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dengan semangat kolaboratif, SMP Negeri 1 Seyegan terus berupaya menjadi teladan sekolah hijau di Kapanewon Seyegan yang berkarakter, peduli, dan berbudaya lingkungan.