Bertepatan dengan harlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Mulyo Mandiri” Kalurahan Margomulyo, Seyegan, diadakan pertemuan rutin yang agak berbeda dari biasanya.
Gapoktan yang didirikan 13 tahun yang lalu itu, mengadakan pertemuan rutinnya di Rumah Makan Iwak Kalen Cebongan pada hari Rabu, 10 Pebruari 2021 pukul 13.00 sampai selesai.
Hadir pada kesempatan tersebut, ulu ulu, petugas PPL, Babinkantibmas, Ketua LPMD dan segenap pengurus Gapoktan Mulyo Mandiri.
Pada kesempatan itu, Kaskoyo, ketua Gapoktan menyampaikan bahwa sebagai lembaga yang menginjak usia remaja tersebut, prestasinya belum membanggakan. Mulyo Mandiri belum bisa eksis dan masih mengerjakan hal hal yang sifatnya rutin. Harapan Kaskoyo, kedepannya Gapoktan yang dipimpinnya bisa menampilkan kegiatan yang sifatnya inovasi dan tidak berkutat pada teknis budidaya saja. Pemberdayaan masih mendapat porsi yang sedikit sehingga secara keseluruhan tidak ada perubahan.
Ir. Marsudi, ulu ulu Kalurahan Margomulyo, dalam pengarahannya menyampaikan bahwa fungsi dari Gapoktan sendiri adalah mensejahterakan anggotanya, sehingga kedepannya kegiatan pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan ekonomi masyarakat lebih meningkat. Marsudi juga menambahkan di tahun 2022 Gapoktan masuk kedalam kegiatan UMKM. Diharapkan dengan kondisi seperti itu, Gapoktan lebih bisa berinovasi dengan komoditi yang dihasilkan.
Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) wilayah Margomulyo, Maryati dalam kesempatan itu menyampaikan tentang Kartu Tani yang diperlukan dalam penyusunan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Ada 5 kelompok tani yang belum mendapatkan karena syaratnya belum komplit. Persyaratan KTP dari anggota ini sangat diperlukan untuk pengecekan NIK yang ada kaitannya dengan kuota pupuk.
Menyinggung soal pupuk, Maryati menambahkan bahwa subsidi pupuk kimia semakin berkurang/langka. Sehingga diharapkan anggota Gapoktan untuk membuat atau memproduksi pupuk organik sendiri.
Untuk maksud itu, Gapoktan bisa bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk membuat pupuk organik di wilayah masing masing. Ditambahkan pula oleh Maryati, untuk Program Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM), di wilayah Margomulyo akan diadakan SL (Sekolah Lapangan) untuk budidaya ubi jalar.
Dari Babinkantibmas, Iptu Prayitno menyampaikan tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro dengan cara pendirian posko PPKM skala mikro di wilayah yang banyak kasus covid 19.
Pada kesempatan itu juga disampaikan tentang budidaya pisang mas Kirana dengan sistim plasma inti dari perusahaan Tani Fund oleh Sutarto Agus Raharjo yang juga ketua LPMD. Perusahaan akan memberikan pinjaman untuk modal awal kepada petani dan diakhir kontrak akan ada bagi hasil panen ke perusahaan.
Sutarto juga menambahkan ada satu lagi program dari kementrian yaitu budidaya jagung dengan sistim semi plasma. Dalam sistim tersebut, petani mendapat pinjaman modal awal dan pada saat panen, hasilnya sebagian untuk membayar modal awal dan selebihnya menjadi hak petani tanpa ada bagi hasil
Dibagikan akhir, diadakan diskusi dengan anggota Gapoktan.
-AS-