Dalam rangka pemenuhan hak kepemilikan dokumen kependudukan atau Adminduk 2024, Pemerintah Kalurahan Margomulyo menggelar aktivasi Identitas kependudukan Digital (IKD) di padukuhan yang dilaksanakan pada hari Sabtu (1/6) di Rumah Dukuh Ngemplaksari.
Kegiatan jemput bola IKD tersebut merupakan putaran ke 3 yang sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Padukuhan Sompokan dan Jumeneng. Disamping itu, kegiatan ini menjadi salah satu persiapan dari Kalurahan Margomulyo yang pada tahun ini menjadi wakil Kapanewon Seyegan mengikuti lomba Gisa (Gerakan Indonesia Sadar Adminduk) tingkat Kabupaten tahun 2024.
Empat petugas dari Dinas Dukcapil dibantu dengan Tata Laksana beserta staf Kalurahan melayani warga Padukuhan Ngemplaksari dan sekitarnya dalam pembuatan IKD. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Jawatan Umum Kapanewon Seyegan, Siti Rohmah, Lurah, Carik, dan Babinkamtibmas Margomulyo.
Siti Rohmah dalam penjelasannya menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat yang masih kurang menjadi alasan target belum bisa dicapai pada pertengahan tahun 2024 ini. Pemerintah Pusat sendiri mentargetkan 25 % dari warga yang wajib KTP bisa terakses. Sementara Kapanewon Seyegan baru mencapai 7 % yaitu sebanyak 2.518 dari 41.045 wajib KTP, kondisi tersebut terjadi pada Pebruari 2024.
Berbagai jenis pendekatan telah ditempuh oleh Siti, yang seringkali memberi sosialisasi kepada warga dengan mendompleng kegiatan yang diadakan di Kalurahan ataupun di kantor Kapanewon.
“Banyak masyarakat yang merasa tidak begitu penting memiliki IKD dengan alasan tidak sering bepergian”, begitu Siti menirukan alasan masyarakat.
Padahal dengan memiliki identitas digital, dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses data data yang lain seperti BPJS, NPWP ataupun sertifikat vaksin. Alasan lain yang disampaikan oleh masyarakat adalah tidak semua warga menggunakan HP dalam aktivitasnya. Orang orang tua banyak yang gagap teknologi sehingga enggan untuk aktivasi kependudukan secara digital ini.
Target 100 peserta dalam pelaksanaan IKD di Padukuhan Ngemplaksari ini hampir terpenuhi. Ini artinya pemenuhan dokumen kependudukan dengan cara jemput bola ini berjalan efektif karena mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Siti juga memberi informasi kepada masyarakat yang menginginkan perubahan data KK atau cetak KTP yang rusak bisa juga dilakukan di Kapanewon