SEYEGAN — Dalam rangka pengendalian inflasi dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman menggelar Pasar Murah di 17 kapanewon selama periode 6–21 Maret 2025. Kegiatan ini dimotori oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, dan menggandeng berbagai distributor bahan pokok.

Khusus di wilayah Kapanewon Seyegan, pasar murah diselenggarakan pada Rabu (12 Maret 2025) di dua lokasi, yakni Kalurahan Margoagung dan Margoluwih. Kegiatan ini merupakan bagian dari putaran kelima, dengan jadwal tiga lokasi per hari.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Di masing-masing lokasi, antrian pembeli mencapai lebih dari 200 orang. Komoditas yang paling banyak diburu adalah beras premium dan medium, yang cepat habis dalam waktu singkat.

Disperindag Sleman menggandeng sejumlah distributor dalam kegiatan ini, antara lain:

  • Bulog: beras premium, minyak goreng, gula pasir, dan terigu;

  • Gapoktan Sidomulyo Godean: beras medium;

  • Pinsar Petelur Nasional (PPN): telur ayam broiler;

  • Saliman Group: produk olahan ayam seperti nugget dan chicken meat.

Menurut Fitria Nurhayati dari Disperindag Sleman, kegiatan ini bersifat sosial dengan subsidi ongkos distribusi sebesar Rp2.000 per kg/liter untuk setiap komoditas. Namun, pasar murah ini terbuka untuk semua kalangan karena bersifat jual-beli, bukan hibah.

“Tujuannya untuk membantu masyarakat mengakses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Tapi tidak dibatasi hanya untuk masyarakat miskin. Yang jelas, tidak ada pembeli bermobil,” ujar Fitria.

Ia juga menyampaikan bahwa masih ada kendala teknis di lapangan, seperti lokasi yang kurang strategis sehingga memengaruhi jumlah pengunjung.

Sementara itu, Rini Nurhidayati, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan, menjelaskan bahwa pasar murah ini memang dikhususkan untuk distributor yang bekerja sama dengan Disperindag, sehingga tidak melibatkan UMKM lokal.

“Kami sudah menyiapkan event tersendiri untuk promosi produk UMKM Seyegan, yaitu Pasar Lebaran yang akan digelar pada 20 Maret mendatang,” ujar Rini.

Meski demikian, Disperindag tetap membuka peluang kolaborasi dengan UMKM, tergantung pada kebijakan masing-masing wilayah. Sejumlah kalurahan di Sleman sudah mulai melibatkan UMKM dalam pasar murah.

Dengan pasar murah ini, TPID Sleman berharap daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang Lebaran, serta harga kebutuhan pokok di pasaran tetap stabil.

TPID Sleman Gelar Pasar Murah di Kapanewon Seyegan