Seyegan – Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, terus mempercepat transformasi pelayanan administrasi berbasis digital melalui penyelenggaraan Bimtek Aplikasi Pelayanan Publik. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kalurahan Margomulyo pada Rabu (22/7/2026) tersebut diikuti 26 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat dan anggota Karang Taruna dari 13 padukuhan.

Pelaksanaan Bimtek Aplikasi Pelayanan Publik merupakan tindak lanjut dari program sosialisasi aplikasi pelayanan publik yang telah diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 2025. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan teori sekaligus praktik penggunaan aplikasi berbasis SINKAL (Sistem Informasi Kalurahan) sebagai upaya mendukung digitalisasi administrasi pemerintahan yang lebih efektif, cepat, dan transparan.

Pelayanan administrasi di tingkat kalurahan menjadi salah satu layanan publik yang paling sering diakses masyarakat. Berbagai kebutuhan, seperti pengurusan surat pengantar KTP, Kartu Keluarga, surat keterangan domisili, surat pindah, hingga berbagai dokumen administrasi lainnya, diharapkan dapat diproses lebih mudah melalui sistem digital.

Carik Margomulyo, Irvan Susanto, S.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek Aplikasi Pelayanan Publik didukung oleh Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat dalam memberikan pelayanan yang profesional.

“Kegiatan Bimtek Aplikasi Pelayanan Publik ini dibiayai dari Dana Keistimewaan dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme aparatur kalurahan dalam memberikan layanan yang prima. Melalui bimtek ini kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip pelayanan dasar,” ujar Irvan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penguasaan aplikasi, tetapi juga bertujuan menyamakan persepsi mengenai standar pelayanan publik, regulasi administrasi, serta meningkatkan kompetensi aparatur agar mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.

Irvan menambahkan bahwa digitalisasi pelayanan harus diiringi dengan perubahan budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Secara keseluruhan, kami ingin membangun budaya kerja yang mengutamakan kepuasan masyarakat atau excellent service. Di era keterbukaan informasi, masyarakat harus mengetahui secara jelas prosedur, persyaratan, dan jangka waktu pelayanan,” katanya.

Sebagai narasumber, Rasyid Ma’ruf, Kaur Tata Laksana Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, memaparkan mekanisme penggunaan aplikasi pelayanan publik berbasis SINKAL. Ia menjelaskan bahwa sistem yang diperkenalkan masih berada pada tahap awal pengembangan, namun memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi.

Menurut Rasyid, melalui aplikasi tersebut masyarakat nantinya cukup mengajukan permohonan surat secara daring tanpa harus datang ke kantor kalurahan. Setelah permohonan diverifikasi dan diproses, dokumen dapat diunduh secara mandiri sehingga waktu pelayanan menjadi lebih efisien.

“Sistem yang kami kenalkan memang masih tahap awal, tetapi harapannya aplikasi ini dapat sangat bermanfaat bagi masyarakat Margomulyo. Nantinya warga cukup mengajukan permohonan surat secara daring tanpa harus datang ke kantor kalurahan, kemudian surat yang dibutuhkan dapat diunduh setelah diproses,” jelas Rasyid.

Pada sesi praktik, peserta diajak mencoba langsung seluruh tahapan penggunaan aplikasi, mulai dari registrasi akun, pengisian data, hingga simulasi pengajuan berbagai jenis surat administrasi secara digital. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta sehingga dapat menjadi agen informasi sekaligus pendamping masyarakat di masing-masing padukuhan.

Selain meningkatkan kemampuan teknis peserta, Bimtek Aplikasi Pelayanan Publik juga menjadi bagian dari strategi Kalurahan Margomulyo dalam memperluas literasi digital di tingkat masyarakat. Keterlibatan tokoh masyarakat dan Karang Taruna diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi warga terhadap sistem pelayanan berbasis teknologi.

Dengan terselenggaranya Bimtek Aplikasi Pelayanan Publik, Kalurahan Margomulyo menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan administrasi yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan mudah diakses. Digitalisasi melalui aplikasi berbasis SINKAL diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, memangkas waktu pengurusan administrasi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah kalurahan.