Seyegan – Sebanyak 14 Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) di Kapanewon Seyegan berhasil terverifikasi dalam Sistem Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu (SIOSESTU) setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan registrasi, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang difasilitasi Kapanewon Seyegan tersebut diikuti 30 perwakilan KPSM. Pelatihan berlangsung di Ruang Puntadewa Lantai II Kapanewon Seyegan dengan fokus membantu kelompok menyelesaikan proses registrasi hingga verifikasi SIOSESTU.
Peserta merupakan KPSM yang telah aktif menjalankan kegiatan pengelolaan sampah, memiliki Surat Keputusan (SK) dari Lurah, serta mempunyai kelengkapan operasional berupa bank sampah atau sedekah sampah.
P3S Kapanewon Seyegan Sutarto Agus mengapresiasi fasilitasi pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepesertaan KPSM dalam SIOSESTU.
“Menurut laporan dari DLH Sleman, dalam rentang Januari sampai Agustus 2026 progres kepesertaan KPSM dalam SIOSESTU untuk wilayah Seyegan masih 0 persen. Harapannya, dengan pelatihan ini jumlah KPSM yang terverifikasi di SIOSESTU akan terus bertambah,” ujar Sutarto.
Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan Rini Nurhidayati, turut mendorong peserta segera menyelesaikan proses pendaftaran dan verifikasi.
Menurut Rini, September menjadi momentum penting bagi KPSM di Seyegan. Pada bulan tersebut berlangsung tahapan awal Penilaian Pengelolaan Sampah Kabupaten Sleman Tahun 2026.
Seleksi awal penilaian menggunakan data SIOSESTU serta aspek Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Perilaku. Karena itu, status terverifikasi dalam sistem menjadi penting bagi KPSM yang telah menjalankan kegiatan pengelolaan sampah.
“Bagi KPSM yang sudah operasional, dengan mendaftar dan terverifikasi di SIOSESTU pada bulan September ini, secara otomatis menjadi peserta penilaian pengelolaan sampah,” terang Rini.
Dengan demikian, registrasi SIOSESTU tidak hanya berkaitan dengan administrasi. Proses tersebut juga memberikan kesempatan kepada KPSM untuk berpartisipasi dalam penilaian pengelolaan sampah tingkat Kabupaten Sleman.
Pelatihan menghadirkan P3S Kawasan Seyegan Fairuzhuda sebagai pemateri sekaligus pendamping teknis. Huda mengajak peserta melihat kembali data kepesertaan KPSM Seyegan yang telah tercatat dalam SIOSESTU.
Dari penelusuran tersebut, terdapat 25 KPSM yang sebelumnya telah terdaftar dalam sistem. Melalui pendampingan secara langsung, Huda menargetkan peserta dapat menyelesaikan proses registrasi hingga tahap verifikasi.
“Targetnya sebanyak mungkin KPSM peserta bisa terverifikasi di SIOSESTU. Kalau ada permasalahan, harus kita cari solusinya di pelatihan ini,” tegas Huda.
Dalam pelatihan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan registrasi SIOSESTU. Pendamping juga membantu menyelesaikan kendala yang muncul selama proses pendaftaran.
Salah satu kendala yang ditemukan berkaitan dengan kelengkapan dokumen. Beberapa peserta mengalami persoalan saat mengunggah SK. Selain itu, masih terdapat KPSM yang belum memiliki nama atau kepengurusan secara lengkap.
Menurut Huda, penyelesaian kendala secara langsung menjadi bagian penting dari pendampingan. Dengan cara tersebut, peserta tidak harus membawa persoalan registrasi untuk diselesaikan sendiri setelah pelatihan.
“Kalau belum terverifikasi kemudian dibawa pulang, biasanya tidak akan ada solusinya. Akibatnya, KPSM yang bersangkutan tetap belum terverifikasi. Karena itu, persoalannya kita selesaikan bersama di sini,” jelasnya.
Pendampingan intensif dalam pelatihan tersebut membuahkan hasil. Sebanyak 14 KPSM berhasil menyelesaikan proses hingga terverifikasi dalam SIOSESTU.
Dengan tambahan tersebut, jumlah KPSM di wilayah Seyegan yang telah mendaftar dalam SIOSESTU mencapai 39 KPSM.
Hasil tersebut menjadi perkembangan positif dalam upaya meningkatkan keterlibatan KPSM Seyegan dalam sistem pengelolaan sampah yang terdata. Selain itu, semakin banyak KPSM yang terverifikasi juga memperbesar peluang kelompok masyarakat untuk mengikuti Penilaian Pengelolaan Sampah Kabupaten Sleman Tahun 2026.
Pelatihan SIOSESTU tidak hanya memberikan pemahaman mengenai proses administrasi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pendampingan untuk memastikan KPSM yang telah aktif di masyarakat dapat tercatat dan terverifikasi.
Ke depan, peningkatan kepesertaan KPSM Seyegan dalam SIOSESTU diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Data yang semakin lengkap juga dapat mendukung pemetaan serta pengembangan kegiatan pengelolaan sampah di tingkat kapanewon.
