Seyegan – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten melakukan monitoring dan evaluasi ke TPPS Kapanewon Seyegan, Rabu (7/8). Monev yang juga dihadiri Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TPPS Kabupaten sekaligus Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, SE didampingi Kepala Dinas P3AP2KB serta anggota tim dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.
Panewu Seyegan, Samino, S.IP.,M.Ec.Dev. dalam sambutannya menyampaikan bahwa TPPS di Seyegan baik di level Kapanewon, Kalurahan maupun padukuhan telah telah didukung kelembagaan dan SDM yang memadai. Tim saat ini tengah bekerja untuk mendetailkan faktor determinan dari masing-masing anak stunting yang ada di Kapanewon Seyegan.
Gajah Bunting (Gerakan Jumat Berkah Bantu Stunting), gerakan berinfak bagi pegawai Kapanewon Seyegan bertujuan untuk membantu anak stunting yang berasal dari keluarga tidak mampu yang rencananya akan diwujudkan dalam pemberian makanan tambahan (PMT), yang akan disinergikan dan dikolaborasikan dengan gerakan sejenis dari berbagai institusi yang selama ini telah dan akan berjalan.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa dalam penanganan stunting perlu adanya kerjasama dan pendampingan lintas sektor. Kerjasama dengan kader posyandu dalam memantau pemberian makanan tambahan diversifikasi pangan, selain telur bisa diberikan protein lain yang bervariatif. “Selain itu kerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam pendampingan remaja dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mengurangi anemia, juga pemberian pengetahuan tentang manfaat penundaan pernikahan, Kementrian Agama agar mengambil peran dengan memberikan pendampingan dalam perkawinan bagi calon pengantin” tandas Kustini.
Selanjutnya Wabup Sleman Danang Maharsa menyampaikan bahwa meskipun prosentase angka stunting senantiasa menurun, namun tingkat kemiskinan di Kapanewon Seyegan masih tinggi. Dari kondisi tersebut dapat dilihat bahwa stunting tidak identik dengan kemiskinan melainkan banyak disebabkan oleh pola asuh, pola makan, kepedulian orang tua untuk memantau tumbuh kembang anak masih kurang, perilaku merokok tanpa mempedulikan adanya anak-anak, dan sebagainya. “Kedepan akan dikonsep bagaimana penanganan stunting di Kabupaten Sleman dengan mengundang akademisi untuk dapat memberikan masukan” ungkap Wabup Sleman.
Untuk melihat gambaran lebih detail kondisi stunting di Kapanewon Seyegan, dipaparkan mengenai data, faktor determinan, dan langkah-langkah pencegahan dan upaya penurunan angka stunting oleh Jumarko dari Puskesmas Seyegan.
Di bagian akhir monev dilakukan diskusi untuk menggali lebih dalam berkait kondisi di lapangan, kendala, dan masukan kebijakan yang selanjutnya akan dirangkum dalam bentuk daftar inventarisasi masalah (DIM) sebagai bahan kajian lebih lanjut.