Bertempat di Aula lantai II Kapanewon Seyegan, Senin (30/9/2024), PT. Jasamarga Jogya Bawen (PT. JJB) mengadakan program Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan di Wilayah Seyegan. Adapun program yang diberikan adalah Bantuan Program Stunting.

Seperti diketahui bahwa 3 dari 5 Kalurahan yang ada di Wilayah Kapanewon Seyegan terdampak pembangunan jalan Tol Jogya -Bawen. Kondisi inilah yang mendasari intervensi terhadap wilayah yang terdapak program strategis Nasional tersebut. Bantuan ini merupakan bantuan.ke-3 dari PT. Jasamarga, sebelumnya ditempat yang sama menyerahkan bantuan fasilitasi cek kesehatan yang mobile dengan menggunakan layanan jasamarga medical keliling (Jamedlink),  kedua sosialisasi pengelolaan sampah dengan pendataan bank sampah yang ada di wilayah Seyegan.

Dihadapan perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Panewu Seyegan, dan peserta yang terdiri dari Lurah, Kamituwo, Ketua PKK, Kader Kesehatan dan Dukuh dari 5 Kalurahan, Zulfikar, perwakilan dari PT. Jasa Marga (Persero) Tbk, menyampaikan bahwa latar belakang pemberian program tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat adalah untuk membantu wilayah terdampak dengan program yang dapat mengintervensi masalah di wilayah. Stunting dipilih karena memang masih menjadi prioritas yang harus diselesaikan di Seyegan karena menjadi kapanewon terbanyak kedua kasus stuntingnya di Kabupaten Sleman.
Program yang akan diberikan oleh Jasamarga berkaitan dengan program Stunting ini merupakan upaya untuk pengentasan gizi buruk balita dengan pemberian PMT balita dan ibu hamil. Termasuk didalamnya adalah pemantauan gizi untuk melihat perkembangan anak. Adapun fasilitas penunjang yang berupa alat masak untuk mengolah makanan dan pengetahuan tentang gizi akan diupayakan masuk dalam program yang bekerjasama dengan Puskesmas Seyegan.

Hal tersebut disampaikan juga oleh Syamsu, dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman yang menyebut alat makan, APD bagi tukang masaknya dan alat makan balita pada waktu pemberian PMT. Sedangkan Samino, S.IP, M.Ec. Dev, selaku Panewu Seyegan memberikan sedikit ulasan berkaitan dengan angka Stunting yang turun 0,2 % di wilayah Seyegan. Untuk penanganan kasus Stunting ini diperlukan koordinasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan termasuk pihak swasta dan PT. Jasamarga ikut andil dalam penyelesaian kasus stunting.
dr. Delima Citra Dewi Gunawan, S.Gz, MKM, RD, dari Prodi Gizi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta, sebagai narasumber menyampaikan bahwa Stunting merupaksn salah satu permasalahan gizi utama pada balita di Indonesia yang belum teratasi. Pada tahun 2022 mencapai 21,6 %, sedangkan pada tahun 2023 mencapai 21,5%. Stunting selalu diawali dengan perlambatan perkembangan berat badan (weight faltering) yang dapat terjadi sejak in utero dan berlanjut sampai lahir. Lebih lanjut, Delima menyampaikan program intervensi penanganan stunting sesuai dengan permasalahan di Kapanewon Seyegan.

Delima menyampaikan Prevalensi Stunting, trend prevalensi balita Stunting dari tahun 2019 – 2023 dan juga faktor determinan Stunting. Dari data yang tersedia, 2 Kalurahan menjafi lokus Stunting pada tahun 2020 yaitu Margomulyo, dengan balita < 24 bulan sebesar 7,35 %, balita > 24 bulan sebesar 7,34 %. Sedangkan untuk Kalurahan Margokaton balita < 24 bulan sebesar 3,06 %, sedangkan balita > 24 bulan sebesar 8,74 %.
Delima juga menyampaikan bentuk intervensi terhadap penanganan kasus stunting dimasing-masing Kalurahan yang dapat dikelompokkan menjadi edukasi bumil KEK dan anemia, PMT Bumil KEK, pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) bagi pengasuh bayi, jaminan kesehatan dan Bansos keluarga resiko Stunting, pendampingan keluarga resiko Stunting, deteksi dini gangguan mental, caten, bumil dan ibu balita, parenting positif bagi ayah, ibu, pengasuh balita dan kawasan bebas rokok.

Diakhir paparannya, Delima mengajak semua pihak untuk terlibat dalam penanganan Kasus dan penurunan stunting sehingga target tahun 2024 untuk Kabupaten Sleman bisa tercapai. Diingatkan oleh Dahlia bahwa balita Stunting salah satu penyebabnya adalah pola asuh dan infeksi. Kegiatan diakhiri dengan tanya jawab peserta dengan Nara sumber sekaligus menyaksikan penyerahan secara simbolis bantuan dari PT. Jasamarga untuk penanganan Stunting di Kapanewon Seyegan yang diterima oleh Syamsu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Simbolis Penyerahanan Bantuan