Seyegan – Kelompok Wanita Tani (KWT) Padukuhan Seyegan, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan kembali menunjukkan eksistensinya melalui penyelenggaraan Pasar Tani untuk tahun ketiga. Kegiatan yang berlangsung Minggu (7/9/2025) di Kebun KWT RT 01 ini semakin meriah dengan kolaborasi bersama UMKM, kelompok tani, karang taruna, dan mahasiswa KKN.
Ketua KWT Padukuhan Seyegan, Sumiarsih, menyampaikan bahwa keberlangsungan Pasar Tani tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Di tahun ketiga ini, KWT tetap eksis karena adanya kolaborasi dan semangat bersama. Pasar Tani menjadi wadah promosi sekaligus ruang silaturahmi warga,” ujarnya.
Pasar Tani menghadirkan hasil kebun KWT serta produk UMKM lokal. Purnamaningrum, salah satu pelaku UMKM, mengungkapkan kebanggaannya dapat ikut berpartisipasi. “Selain hasil kebun sendiri, KWT memberi kesempatan bagi UMKM untuk menjajakan produknya,” katanya.
Untuk menarik minat warga, kegiatan juga dimeriahkan senam bersama dan permainan tangkap lele di kolam berlumpur. Kehadiran warga dari berbagai padukuhan menambah suasana semakin hidup.
Ibu Lurah Margokaton, Oktarina Vitri, S.Pd., memberikan apresiasi terhadap KWT Sumber Rejeki. “Event ini tidak hanya sebagai promosi UMKM, tetapi juga sarana memperkuat kerukunan warga Padukuhan Seyegan,” ucapnya. Ia juga berterima kasih kepada Karang Taruna yang turut berperan sebagai panitia bersama mahasiswa KKN UNY.
Di sisi lain, Suradal, S.Pd., pengurus Kelompok Tani Sumber Rejeki, menegaskan bahwa Padukuhan Seyegan kini sedang menuju rintisan Kampung Budaya. “Kita memiliki situs sejarah, pelaku budaya, kesenian tradisional, dan keterlibatan generasi muda. Semua ini adalah modal kuat,” jelasnya.
Sejumlah situs seperti makam Mbah Seyeg dan Belik Pijetan disebut sebagai aset sejarah. Sementara itu, kesenian jathilan, kubro, sholawat pitutur, dan hadroh masih lestari, didukung permainan tradisional seperti dakon, egrang, dan theklek.
“Potensi terbesar adalah dukungan remaja melalui Karang Taruna. Mereka aktif dalam event budaya, daur ulang sampah, hingga kreasi produk ramah lingkungan,” tambah Suradal.
Dengan potensi yang ada, Padukuhan Seyegan berbenah menuju Kampung Budaya melalui kolaborasi antarlembaga. Pasar Tani menjadi bukti nyata bagaimana pertanian, UMKM, dan budaya dapat bersinergi untuk kemajuan bersama di Kapanewon Seyegan.