Seyegan – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kapanewon Seyegan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Jumat (3/10/2025) dengan format berbeda. Tidak hanya dihadiri oleh pengurus harian dan komisi, Rakor kali ini juga melibatkan berbagai unsur Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan perwakilan dari 5 (lima) kalurahan di wilayah Seyegan.
Kegiatan yang rutin digelar setiap Sabtu Wage ini berlangsung diikuti oleh Panewu Seyegan beserta jajaran, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, Korwil Pendidikan, Kepala KUA, dan para Kamituwo. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Ketua MUI Seyegan, Drs. H. Djumroni, S.Pd.I, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pengurus MUI Seyegan telah resmi dilantik pada 9 Rajab 1446 H atau 10 Februari 2024. Ia menegaskan pentingnya menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.
“Kepercayaan umat harus menjadi ladang amal yang dilaksanakan dengan tulus ikhlas,” ungkap Djumroni.
Djumroni juga melaporkan sejumlah capaian program MUI, di antaranya kegiatan pengajian 1 Muharram 1447 H, program kunjungan ke sekolah-sekolah bertema pendidikan karakter, serta pembinaan remaja melalui ceramah dan penyuluhan bahaya narkoba bekerja sama dengan Polsek Seyegan.
Panewu Seyegan, Agung Endarta, S.Sos., M.Si, dalam arahannya menyampaikan apresiasi terhadap langkah MUI yang aktif berperan dalam pembinaan umat. Agung menekankan pentingnya peran MUI dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait isu-isu aktual, seperti penolakan imunisasi, maraknya judi online, serta kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan ancaman penyakit demam berdarah.
“MUI harus hadir memberi pemahaman agama yang menyejukkan dan mendorong masyarakat menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Agung.
Sementara itu, AKP Pujiono, S.H., M.M., Kapolsek Seyegan, menegaskan kesiapannya bekerja sama dengan MUI dalam penyuluhan bahaya narkoba dan miras. Dukungan serupa juga datang dari Koramil Seyegan, yang telah melaksanakan program “Guru Tamu” di sekolah dasar untuk menanamkan nilai gotong royong dan toleransi beragama.
Dari bidang kesehatan, dr. Reny Anjar Asmarani, Kepala Puskesmas Seyegan, menilai sinergi MUI dalam edukasi orang tua siswa pada kegiatan BIAS sangat membantu. Ia juga menyoroti pentingnya pelibatan remaja dalam program pencegahan pergaulan bebas.
“Kegiatan bina keluarga di Kalurahan Margoluwih bisa menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan sosial,” jelasnya.
Korwil Pendidikan Wilayah Seyegan, Kunto Wijayandani, S.Pd., turut mengusulkan gerakan “MUI Masuk Sekolah” sebagai bentuk dakwah yang menyentuh dunia pendidikan. Ia menilai perlunya pembinaan mental bagi guru dan orang tua untuk mencegah meningkatnya kasus perceraian.
Sebagai penutup, Edi Hermanta, S.Ag., Kepala KUA Seyegan, mengajak agar setiap pertemuan MUI juga diisi dengan materi fikih agar semakin memperkuat pemahaman ibadah masyarakat.
Rakor MUI Seyegan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara lembaga keagamaan, pemerintahan, dan masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan umat, sekaligus mempererat sinergi lintas sektor di Kapanewon Seyegan.
