Seyegan – Majelis Taklim Takmir Masjid (MTTM) Kapanewon Seyegan menggelar sarasehan dan buka puasa bersama dengan tema Pembinaan Remaja Masjid pada Senin (9/3/2026). Kegiatan ini berlangsung di Rumah Makan Joglo Narto Atmojo, Nyamplung, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan.

Sarasehan tersebut dihadiri sekitar 30 peserta yang merupakan perwakilan takmir masjid dari berbagai wilayah di Kapanewon Seyegan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar pengurus masjid, tetapi juga menjadi forum diskusi untuk membahas strategi meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam aktivitas masjid.

Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum pembinaan bagi takmir masjid yang berencana mengajukan proposal bantuan kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai program pembinaan remaja masjid di wilayah Seyegan.

Pengurus MTTM yang mewakili anggota DPRD DIY Sofyan Arif Darmawan, Afifudin, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 terdapat lima masjid yang akan menerima bantuan dari Pemerintah DIY. Namun, ia menegaskan bahwa proses pengajuan proposal kini harus dipersiapkan secara matang karena persyaratan administrasi yang semakin ketat.

Menurut Afifudin, bantuan tersebut bertujuan untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, khususnya dalam membina generasi muda.

“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi ruang pembinaan generasi muda agar mereka dapat berperan aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial,” ujarnya.

Dalam sarasehan tersebut, Afifudin juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda di masjid. Ia mengungkapkan bahwa kesempatan untuk konsultasi dan pembinaan sebenarnya telah disediakan, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal oleh pengurus maupun jamaah.

Karena itu, ia mengajak para peserta untuk berdiskusi mengenai berbagai faktor yang menyebabkan generasi muda kurang tertarik datang ke masjid. Menurutnya, pendekatan dakwah yang lebih relevan dengan generasi muda perlu dikembangkan agar kegiatan masjid lebih menarik dan berkelanjutan.

Sementara itu, narasumber lain dalam kegiatan tersebut, Ferry Nugroho, menyoroti peran penting generasi muda dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki bonus demografi yang besar, di mana sekitar 64 persen penduduk berada pada usia produktif atau kategori pemuda. Namun kondisi tersebut juga dihadapkan pada berbagai tantangan sosial.

“Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim dan bonus demografi yang besar, kita justru menghadapi berbagai persoalan seperti tawuran, klitih, pergaulan bebas, hingga penyimpangan perilaku. Ini menjadi tantangan bagi masjid untuk merangkul generasi muda,” jelas Ferry.

Ia juga mengajak para pengurus masjid di Kapanewon Seyegan untuk memahami pola pikir generasi muda saat ini. Selain itu, pengurus masjid juga diminta melihat kembali komposisi usia jamaah di masjid masing-masing sebagai bahan evaluasi.

Melalui sarasehan ini, pengurus MTTM menyatakan siap memberikan pendampingan kepada pengurus masjid dalam mengembangkan program pembinaan remaja masjid. Pendampingan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya kegiatan yang lebih kreatif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Salah satu strategi yang disarankan adalah menghadirkan figur pemuda setempat yang dapat menjadi teladan sekaligus penggerak kegiatan di lingkungan masjid.

Dengan adanya upaya tersebut, masjid di Kapanewon Seyegan diharapkan dapat menjadi ruang yang ramah bagi generasi muda sekaligus pusat pembinaan yang mampu melahirkan generasi muslim yang aktif, berakhlak, dan berkontribusi bagi masyarakat.