Seyegan – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tim Gabungan Kapanewon Seyegan menggelar operasi pasar di wilayah Kapanewon Seyegan pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keamanan produk pangan yang beredar di masyarakat sekaligus melindungi konsumen dari makanan atau minuman yang tidak layak konsumsi.
Operasi pasar di Kapanewon Seyegan tersebut melibatkan sekitar 40 personel yang berasal dari berbagai unsur lintas instansi. Tim terdiri dari petugas Puskesmas Seyegan, unsur Kapanewon Seyegan seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kawat Kemakmuran, Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), pemerintah kalurahan melalui Ulu-ulu, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Kegiatan pengawasan dilakukan secara serentak di lima wilayah kalurahan yang ada di Kapanewon Seyegan. Sasaran operasi pasar meliputi toko kelontong, swalayan, pasar tradisional, hingga distributor parcel Lebaran yang berada di wilayah tersebut.
Panewu Seyegan, Agung Endarta, S.Sos., M.Si., dalam pembekalannya kepada tim operasi pasar menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen.
Menurutnya, menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan permintaan bahan pangan. Kondisi tersebut terkadang dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menjual produk yang sudah mendekati masa kedaluwarsa atau bahkan telah melewati batas waktu konsumsi.
“Operasi pasar ini bertujuan memberikan edukasi kepada pedagang. Sifatnya pembinaan, bukan penindakan,” ujar Agung.
Ia menambahkan bahwa kegiatan pengawasan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pelaku usaha agar lebih memperhatikan kualitas dan keamanan produk yang dijual kepada masyarakat.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan Puskesmas Seyegan, Amalia Susanti, AMKL, menjelaskan bahwa tim melakukan pengawasan menggunakan formulir monitoring yang telah disiapkan sebelumnya. Formulir tersebut digunakan untuk mencatat hasil pemeriksaan di setiap lokasi yang menjadi sasaran operasi.
Menurut Amalia, fokus pengawasan dalam operasi pasar kali ini adalah produk pangan yang banyak beredar menjelang Lebaran, terutama parcel Lebaran.
“Fokus sasaran operasi adalah parcel Lebaran yang sering kali berisi produk dengan masa kedaluwarsa yang sudah dekat atau kemasan yang hampir rusak,” jelasnya.
Selain parcel, tim juga memeriksa berbagai produk pangan olahan seperti makanan kaleng, kue kering, bahan makanan, serta minuman kemasan yang dijual di supermarket maupun minimarket.
Di pasar tradisional, pemeriksaan difokuskan pada bahan pangan segar seperti daging, ikan, dan sayuran. Tim juga memastikan bahwa bahan pangan tersebut tidak mengandung zat berbahaya seperti formalin atau boraks.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan produk antara lain tanggal kedaluwarsa, izin edar seperti PIRT atau BPOM, kondisi kemasan, serta kelengkapan label produk yang mencantumkan komposisi, informasi nutrisi, dan keterangan halal.
Apabila ditemukan produk yang tidak memenuhi standar keamanan, tim operasi pasar akan mengumpulkan barang tersebut dan meminta pemilik toko untuk segera menghubungi pemasok atau supplier agar produk tersebut dimusnahkan.
Langkah tersebut juga menjadi bentuk pembinaan kepada pedagang agar tidak melakukan praktik “cuci gudang” dengan menjual barang rusak atau kedaluwarsa menjelang Lebaran.
Dari hasil operasi pasar yang dilakukan di sejumlah titik pasar tradisional dan toko swalayan di Kapanewon Seyegan, tim masih menemukan beberapa produk yang tidak layak jual. Temuan tersebut antara lain produk kedaluwarsa, kemasan rusak dan kotor, kemasan robek akibat gigitan tikus, hingga produk yang telah berjamur.
Melalui kegiatan operasi pasar ini, Puskesmas Seyegan berharap kesadaran pedagang terhadap keamanan pangan semakin meningkat. Selain itu, masyarakat juga diharapkan lebih teliti dalam memilih produk agar dapat mengonsumsi makanan yang aman dan sehat menjelang Hari Raya Idulfitri.
