Seyegan – Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kapanewon Seyegan mendorong pembentukan Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) di Padukuhan Pendekan, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kegiatan pengelolaan sampah yang selama ini telah dijalankan masyarakat melalui Karang Taruna Pendekan, Giri Tama.
Dorongan pembentukan KPSM menjadi salah satu agenda dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pengelolaan sampah yang dilaksanakan P3S Kapanewon Seyegan pada Jumat (25/9/2026). Selain Pendekan, kegiatan monev juga menyasar Padukuhan Druju untuk mengevaluasi pengelolaan serta sarana dan prasarana hibah APBD Tahun 2025.
Di Padukuhan Pendekan, pengelolaan sampah sebenarnya telah berjalan secara rutin. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah sedekah sampah yang telah berlangsung sekitar tiga tahun.
Program tersebut mencakup seluruh wilayah Padukuhan Pendekan yang terdiri atas empat RT. Sekitar 30 anggota terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah dengan mengambil sampah dari rumah warga satu kali dalam sebulan.
Sampah yang terkumpul kemudian dipilah bersama. Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi selanjutnya dijual kepada pengepul. Meski kegiatan telah berjalan cukup lama, pengelolaan sampah di Pendekan masih menghadapi sejumlah kendala.
Bayu Herlambang, salah satu pengurus Karang Taruna Pendekan, mengatakan sampah yang disetorkan warga masih banyak dalam kondisi belum terpilah. Kondisi tersebut membuat anggota Karang Taruna harus melakukan pemilahan ulang sebelum sampah dapat dijual.
“Warga masih menyetorkan sampah dalam kondisi belum terpilah. Akibatnya, teman-teman Karang Taruna harus memilah kembali dan itu cukup memakan waktu serta melelahkan,” ujar Bayu.
Selain pemilahan, pengelolaan sampah organik juga belum berjalan optimal. Sampah organik dari rumah tangga masih belum mendapatkan pengolahan secara memadai sehingga sebagian di antaranya masih dibuang.
Kebiasaan membakar sampah secara sembarangan juga masih ditemukan di lingkungan masyarakat. Karena itu, edukasi dan pendampingan dinilai diperlukan untuk mendorong perubahan perilaku dalam mengelola sampah sejak dari rumah.
Menurut Bayu, masyarakat membutuhkan penyuluhan yang tidak hanya menjelaskan pentingnya mengelola sampah, tetapi juga memberikan pemahaman praktis mengenai pemilahan dan pengolahan sampah organik.
“Perlu ada penyuluhan dan pendampingan supaya warga memahami cara mengelola sampah dengan baik, terutama bagaimana memilah sampah sejak dari rumah dan mengolah sampah organik,” katanya.
P3S Kapanewon Seyegan mendorong agar aktivitas pengelolaan sampah yang selama ini dijalankan Karang Taruna dapat diperkuat melalui kelembagaan KPSM. Pembentukan kelompok tersebut diharapkan membuat kegiatan pengelolaan sampah di Pendekan memiliki struktur dan sistem kerja yang lebih jelas.
Pengurusan Surat Keputusan (SK) KPSM Padukuhan Pendekan akan diupayakan dalam waktu dekat. Dengan adanya SK, kelompok pengelola sampah memiliki dasar kelembagaan untuk mengembangkan kegiatan secara lebih terarah.
Pembentukan KPSM juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan dukungan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Selain itu, KPSM yang terbentuk diharapkan dapat melakukan registrasi pada Sistem Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu (SIOSESTU) yang dikembangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.
Registrasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendataan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kelembagaan yang lebih kuat juga diharapkan memudahkan koordinasi dalam pengembangan kegiatan pengelolaan sampah di tingkat padukuhan.
Monev P3S di Pendekan diarahkan untuk mengembangkan kegiatan pengelolaan sampah secara lebih menyeluruh. Pengelolaan tidak hanya berfokus pada pengumpulan dan penjualan sampah anorganik, tetapi juga mencakup pemilahan sejak sumber, pengolahan sampah organik, serta edukasi perubahan perilaku masyarakat.
Dengan pembentukan KPSM, kegiatan sedekah sampah yang telah berjalan selama tiga tahun diharapkan memiliki kelembagaan yang lebih kuat. Kegiatan tersebut juga diharapkan berkembang menjadi sistem pengelolaan sampah yang melibatkan lebih banyak warga.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kapanewon Seyegan. Melalui kolaborasi P3S, Karang Taruna, dan masyarakat, Padukuhan Pendekan diharapkan mampu membangun pengelolaan sampah yang lebih tertata, berkelanjutan, serta dimulai dari sumbernya.
