Seyegan – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, memperkuat peran ketua RT dan RW dalam menjaga keamanan, kebersihan, serta ketertiban lingkungan masyarakat. Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan pembinaan RT dan RW yang digelar di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh lurah dan pamong Kalurahan Margomulyo serta 88 ketua RT dan 28 ketua RW dari seluruh wilayah kalurahan. Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi antara pemerintah kalurahan dan pengurus lingkungan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat menjelang Lebaran.

Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Seyegan, Tuntas Joko Kunjono, SE, dalam pengarahannya menyoroti potensi peningkatan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil dapat memicu meningkatnya risiko gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.

“Menjelang Lebaran biasanya tingkat gangguan keamanan meningkat. Karena itu masyarakat perlu melakukan deteksi dini dan pencegahan sedini mungkin di lingkungannya masing-masing,” ujar Tuntas.

Ia menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat melalui kegiatan ronda malam dan sistem keamanan lingkungan (siskamling) menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan wilayah.

Selain persoalan keamanan, Tuntas juga menyoroti meningkatnya aktivitas wisata di wilayah sekitar yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

Di satu sisi, meningkatnya kunjungan wisata memberikan dampak positif bagi perekonomian warga. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat menimbulkan persoalan baru seperti meningkatnya volume sampah dan potensi gangguan ketertiban masyarakat.

“Kunjungan wisata membawa dampak ekonomi yang baik, tetapi juga perlu diimbangi dengan kesiapsiagaan masyarakat, termasuk menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan patroli serta siskamling,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya upaya mitigasi bencana serta pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, anak-anak sebaiknya berada dalam pengawasan orang tua pada malam hari, terutama pada rentang waktu pukul 22.00 hingga 04.00.

“Anak-anak pada pukul 22.00 sampai 04.00 sebaiknya sudah dalam pantauan orang tua,” tegasnya.

Sementara itu, Babinsa Kalurahan Margomulyo, Suhirno, juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang dan setelah Idul Fitri.

Ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif memantau aktivitas anak-anak agar tidak bermain petasan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

“Orang tua perlu berperan aktif memantau anak agar tidak bermain petasan yang berpotensi membahayakan,” ujarnya.

Selain itu, Suhirno juga mengingatkan masyarakat yang akan mudik atau bepergian jauh untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.

Ia menekankan pentingnya melakukan pengecekan terhadap instalasi listrik maupun kompor agar tidak memicu potensi kebakaran.

“Sebelum meninggalkan rumah, pastikan listrik dan kompor sudah dicek dan dalam kondisi aman. Lakukan check dan re-check agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” pesannya.

Melalui kegiatan pembinaan ini, pemerintah Kalurahan Margomulyo kembali menegaskan peran strategis RT dan RW sebagai garda terdepan dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat.

Tidak hanya dalam menjaga keamanan lingkungan melalui siskamling, tetapi juga dalam menggerakkan gotong royong, menjaga kebersihan, serta menjadi pihak pertama yang merespons berbagai persoalan sosial di tingkat lingkungan.

Dengan dukungan aktif RT dan RW, pemerintah kalurahan berharap tercipta lingkungan masyarakat yang aman, bersih, dan kondusif menjelang maupun setelah perayaan Idul Fitri.