Seyegan – Fakultas Pertanian Universitas Janabadra bersama Joglo Tani Indonesia memperkuat pengembangan sistem integrated farming atau pertanian terpadu sebagai solusi menghadapi tantangan pertanian modern. Kolaborasi tersebut difokuskan pada penguatan kemandirian pangan, regenerasi petani muda, dan penerapan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi serta lingkungan.
Program kerja sama itu dikembangkan melalui pelatihan mahasiswa, kuliah lapangan, pendampingan kelompok tani, hingga pengembangan smart farming di kawasan Joglo Tani Indonesia, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman.
Rektor Universitas Janabadra Yogyakarta, Dr. Risdiyanto, mengatakan sinergi antara kampus dan komunitas pertanian menjadi langkah penting dalam membentuk lulusan pertanian yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan sistem pertanian terpadu secara langsung di masyarakat.
“Integrated farming bukan hanya metode bertani, tetapi cara membangun kemandirian petani dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Risdiyanto di sela kegiatan Serap Aspirasi Masa Reses Anggota Komisi IV DPR RI di Joglo Tani Indonesia (7/5/2026).
Menurutnya, tantangan sektor pertanian saat ini semakin kompleks, mulai dari mahalnya pupuk kimia, keterbatasan lahan pertanian, hingga dampak perubahan iklim. Karena itu, dibutuhkan pendekatan baru yang mampu mengintegrasikan berbagai sektor pertanian dalam satu sistem yang efisien dan ramah lingkungan.
Dalam program tersebut, Fakultas Pertanian UJB memberikan pelatihan khusus kepada calon wisudawan agar memahami praktik integrated farming secara langsung. Mahasiswa dibekali keterampilan mengelola sistem pertanian terpadu yang menggabungkan tanaman pangan, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem produksi.
Tokoh penggerak konsep integrated farming di Joglo Tani, TO Suprapto, menjelaskan bahwa pertanian terpadu menekankan pemanfaatan sumber daya secara maksimal agar tidak ada limbah yang terbuang sia-sia.
“Petani harus mampu memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya. Kotoran ternak bisa menjadi pupuk, limbah pertanian bisa menjadi pakan. Di situlah filosofi integrated farming bekerja,” jelasnya.
Melalui kuliah lapangan rutin di Joglo Tani, mahasiswa diajak melihat langsung penerapan sistem pertanian terpadu. Praktik tersebut meliputi integrasi tanaman pangan dengan peternakan kambing, pengelolaan limbah organik menjadi pupuk kompos, hingga pemanfaatan kolam perikanan sebagai bagian dari siklus produksi pertanian.
Selain sistem konvensional, Fakultas Pertanian UJB juga mulai mengembangkan konsep smart farming di kawasan Joglo Tani. Teknologi tersebut diterapkan sebagai upaya menjawab tantangan pertanian masa depan, terutama terkait efisiensi produksi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Pihak kampus menilai pendekatan teknologi dan sistem pertanian terpadu harus berjalan beriringan agar sektor pertanian tetap produktif dan mampu bersaing di era modern.
Tak hanya fokus pada mahasiswa, UJB juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui Tim Pengabdian Desa Binaan (PDB). Salah satu bentuk kegiatannya adalah pendampingan terhadap kelompok tani, termasuk Kelompok Tani Sido Rejo, dalam mengembangkan integrated farming berbasis green education.
Integrated farming sendiri merupakan sistem pertanian berkelanjutan yang menggabungkan beberapa sektor usaha tani dalam satu lokasi. Konsep tersebut bertujuan menciptakan siklus produksi yang saling mendukung melalui pemanfaatan kembali limbah pertanian maupun peternakan.
Dengan sistem tersebut, limbah peternakan dapat diolah menjadi pupuk organik, sedangkan limbah pertanian dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pola ini dinilai mampu menekan biaya operasional, meningkatkan produktivitas, sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
“Pertanian masa depan adalah pertanian yang cerdas, hemat biaya, dan berkelanjutan. Karena itu mahasiswa harus siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tambah Risdiyanto.
Kolaborasi antara Fakultas Pertanian UJB dan Joglo Tani Indonesia menjadi contoh nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam membangun ekosistem pertanian yang modern, mandiri, dan berkelanjutan demi mendukung ketahanan pangan nasional.