Seyegan – Upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus tumbuh dari tingkat padukuhan. Kali ini, kader Jumantik Padukuhan Klinyo, Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, menginisiasi pembentukan KPSM Klinyo atau Kelompok Pengelola Sampah Mandiri sebagai langkah konkret mengatasi persoalan sampah di lingkungan warga.
Kesepakatan pembentukan KPSM tersebut mengemuka dalam pertemuan rutin kader Jumantik yang digelar di rumah Dukuh Klinyo pada Kamis (14/5/2026). Sedikitnya 30 kader Jumantik hadir dan menyatakan komitmen untuk memperkuat gerakan pengelolaan sampah melalui kelembagaan tingkat padukuhan.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap persoalan lingkungan, terutama pengelolaan sampah rumah tangga yang selama ini masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pedesaan.
Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kalurahan Margoluwih, Suminah, mengatakan perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari rumah tangga sebagai sumber utama produksi sampah.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Sampah anorganik bisa dipilah karena memiliki nilai ekonomis, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak maupun ikan,” ujar Suminah dalam pertemuan tersebut.
Ia menjelaskan, keberadaan KPSM sangat penting sebagai wadah edukasi dan aksi nyata pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Menurutnya, kebiasaan membakar sampah dan membuang sampah ke sungai atau badan air masih menjadi persoalan serius yang perlu diatasi secara bersama-sama.
Selain edukasi pemilahan sampah, kader juga didorong memanfaatkan lahan kecil di sekitar rumah untuk membuat jugangan atau lubang pengelolaan sampah organik. Metode sederhana ini diyakini dapat membantu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan kompos yang bermanfaat.
“Kalau sampah organik dikelola dengan baik, hasil komposnya bisa dimanfaatkan oleh Kelompok Wanita Tani untuk media tanam di rumah masing-masing,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Suminah juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda melalui organisasi kepemudaan agar gerakan lingkungan berjalan berkelanjutan.
Dukuh Klinyo, Jumono, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan KPSM. Pemerintah padukuhan, kata dia, siap memfasilitasi pengembangan program berbasis bank sampah maupun sedekah sampah sebagai model pengelolaan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
“Kami sangat mendukung pembentukan KPSM di Padukuhan Klinyo. Ke depan kami akan memfasilitasi pertemuan dengan Karang Taruna agar anak-anak muda juga ikut terlibat dalam pengelolaan sampah di wilayah ini,” katanya.
Selama ini, kader Jumantik di Klinyo dikenal aktif tidak hanya dalam pemantauan jentik nyamuk, tetapi juga sebagai penggerak berbagai program kesehatan dan pembangunan berbasis masyarakat. Kedekatan mereka dengan warga dinilai menjadi modal sosial penting untuk mendorong perubahan perilaku lingkungan.
Pembentukan KPSM Klinyo diharapkan menjadi titik awal lahirnya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat padukuhan. Dengan dukungan pemerintah, kader, dan generasi muda, masyarakat optimistis dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dari tingkat paling bawah melalui semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan.
