Seyegan – Pemerintah Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satu upaya nyata dilakukan melalui pemberian bantuan dana stimulan sarana dan prasarana (sarpras) pengelolaan sampah kepada Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) SESAMA Mandungan 1 atau Sedekah Sampah Mandungan 1.

Bantuan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Pengelolaan Sampah yang digelar di Serambi Masjid Al Hidayah Padukuhan Mandungan I, Minggu (7/6/2026). Kegiatan diikuti pengurus KPSM SESAMA yang mayoritas berasal dari kalangan pemuda, ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT), serta Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kalurahan Margoluwih.

Ulu-Ulu Kalurahan Margoluwih, Sutikno, mengatakan bantuan dana stimulan sebesar Rp5 juta diberikan untuk mendukung pengadaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di tingkat padukuhan. Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan semangat pengurus dalam menjalankan program lingkungan.

“Kami berharap dengan adanya stimulan untuk pengadaan sarpras ini, KPSM SESAMA Mandungan 1 semakin bersemangat mengatasi persoalan sampah di Padukuhan Mandungan I dan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujar Sutikno dalam sambutannya.

Menurutnya, persoalan sampah saat ini membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sejak dari lingkungan terkecil. Karena itu, pemerintah kalurahan terus mendorong pembentukan dan penguatan kelembagaan pengelolaan sampah di tingkat padukuhan agar pengurangan sampah dapat dilakukan sejak sumbernya.

Sementara itu, Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kalurahan Margoluwih, Suminah, mendorong pengurus SESAMA untuk menjadi pelopor perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Ia menilai dominasi generasi muda dalam kepengurusan SESAMA menjadi modal penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi, khususnya mendukung implementasi SIOSESTU, sistem pelaporan dan pendataan pengelolaan sampah berbasis web.

“Anak-anak muda memiliki potensi besar untuk mengembangkan pengelolaan sampah yang lebih modern dan adaptif terhadap teknologi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Praktisi Pengelolaan Sampah sekaligus P3S Kapanewon Seyegan, Sutarto Agus Raharjo, hadir sebagai narasumber sosialisasi. Ia menilai sistem pengelolaan sampah di Mandungan I sudah menunjukkan perkembangan positif.

Menurutnya, kelembagaan KPSM telah terbentuk cukup baik dan didukung sarana prasarana yang memadai. Tantangan berikutnya adalah mengembangkan Rumah Pilah Sampah (Rumpiah) agar proses pemilahan sampah dapat dilakukan lebih optimal.

“Kelembagaan sudah mapan, sarana prasarana juga cukup memadai. Tinggal bagaimana ke depan bisa segera mewujudkan Rumpiah melalui dukungan hibah dana kalurahan,” jelas Sutarto.

Dalam pemaparannya, ia juga mengenalkan berbagai metode pengolahan sampah organik berbasis teknologi tepat guna yang dapat diterapkan warga. Metode tersebut meliputi Jugangan, Biopori, Biopot, Losida, hingga penggunaan komposter rumah tangga sebagai solusi sederhana pengelolaan sampah organik.

Sutarto menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah ataupun relawan lingkungan semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar budaya memilah dan mengolah sampah dapat tumbuh di masyarakat.

“Kita semua adalah stakeholder yang mempunyai tugas sebagai fasilitator dan stimulator. Masyarakat dan pemerintah harus bersinergi sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui bantuan sarpras untuk KPSM SESAMA Mandungan 1, Kalurahan Margoluwih berharap pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat semakin berkembang sekaligus menjadi model pengelolaan lingkungan yang mandiri di wilayah Seyegan.