Seyegan – Sebanyak 31 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kapanewon Seyegan resmi menjalani proses graduasi pada Kamis (23/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai II Kapanewon Seyegan ini menjadi indikator keberhasilan program bantuan sosial dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Sleman.
Graduasi KPM PKH Seyegan ini merupakan proses berakhirnya masa kepesertaan bantuan sosial. Hal tersebut terjadi karena kondisi ekonomi keluarga yang telah membaik, tidak lagi memenuhi kriteria penerima, atau keputusan mandiri untuk mengundurkan diri dari program.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman serta motivator dari KUA Seyegan. Seluruh peserta yang dinyatakan lulus telah melalui proses evaluasi ketat oleh pendamping PKH, meliputi peningkatan kesejahteraan, kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, serta keberlanjutan penghasilan keluarga.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Sleman, Feri Istanto, menegaskan bahwa graduasi KPM PKH Seyegan menjadi bagian penting dalam pemerataan bantuan sosial.
“Graduasi bukanlah akhir, melainkan awal kemandirian bagi keluarga penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu alasan pentingnya proses graduasi dilakukan secara tepat sasaran. Menurutnya, masih banyak masyarakat lain yang membutuhkan bantuan sosial.
“Tidak semua KPM bersedia melepas bantuan, padahal masih banyak keluarga lain yang membutuhkan,” jelas Feri.
Feri juga mengapresiasi para peserta yang telah berani mengambil langkah untuk keluar dari program PKH secara mandiri. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kesadaran sosial sekaligus kontribusi dalam pemerataan bantuan.
“Kami mendorong yang sudah mampu untuk memberi kesempatan kepada yang lebih membutuhkan,” tambahnya.
Meski telah lulus dari program, pemerintah memastikan bahwa pendampingan tidak serta-merta berhenti. Keluarga yang telah graduasi tetap mendapatkan pengawasan agar tidak kembali ke kondisi rentan.
“Pendampingan tetap dilakukan agar keluarga tidak kembali jatuh ke bawah garis kemiskinan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Sosial Sleman juga memperkenalkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) sebagai alternatif dukungan bagi masyarakat rentan. Program ini mencakup bantuan tunai darurat, bantuan pendidikan hingga Rp7 juta, serta bantuan kesehatan dan alat bantu seperti kursi roda.
Program JPS diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang masih membutuhkan perlindungan sosial, khususnya di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.
Dengan adanya graduasi KPM PKH Seyegan ini, pemerintah berharap keluarga yang telah mandiri dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya. Program PKH pun diharapkan tetap menjadi instrumen efektif dalam mengurangi angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
