Kebangkitan ekonomi dan pemulihan kondisi sosial masyarakat adalah tema yang mendasari pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Sleman, Kapanewon Seyegan usulan tahun 2022.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 2 Pebruari 2021 ini di gelar di Lantai ll Ruang Rapat Kapanewon Seyegan dari pagi sampai siang hari.
Dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sleman yaitu Dinas PMK, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Disperindag, BAPPEDA, PSDA. Adapun UPTD terkait yang hadir adalah Puskesmas, Polsek, Koramil, BP4, KUA, Disamping itu beberapa lembaga yang ada juga dihadirkan yaitu Forum Anak, Tim Penanggulangan Kemiskinan, Forum UMKM, PKK, Pendamping Desa dan KIM Seyegan.

Seperti biasa Musrenbang Kapanewon ini dihadiri pula oleh 3 Anggota DPRD Kabupaten Sleman yaitu Haris Sugiharta, Shodiqul Qiyar dan Nafsir Fauzi, SH.
Setelah acara pembukaan, Musrenbang dilanjutkan dengan sambutan sekaligus paparan dari Panewu Seyegan, R. Budi Pramono, SIP, MS.i. yang menekankan bahwa dalam Musrenbang tahun 2022 mendatang, Seyegan mempunyai kepentingan terkait dengan pembangunan jalan Tol yang melintasi wilayah Seyegan, sekaligus pedikat sebagai penyangga pangan Kabupaten Sleman.
Dengan potensi yang ada tidak menutup kemungkinan Seyegan menjadi agro/minapolitan dengan mengembangkan lahan pangan dan pariwisata berbasis pertanian/perikanan.
Budi menambahkan dengan aglomerasi pertanian ini dibutuhkan program pembangunan yang bersifat extra ordinary sebagai terobosan untuk percepatan perkembangan wilayah yang muaranya pada kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut Budi menyampaikan dengan dibangunnya jalan Tol, diharapkan mempunyai nilai lebih karena Seyegan menjadi jalur utama sehingga bisa dikembangkan wisata desa. Asosiasi Petani Buah Seyegan (APBS) dan semakin eksisnya Sartugi (Pasar Sabtu Pagi) adalah bukti bahwa ditengah pandemi Covid-19, masyarakat masih berdaya dan bersemangat untuk explore produk yang berbasis ekonomi kerakyatan.

Nunuk Hartati, SP, M.Ec.Dev, Kabid Perekonomian Bappeda Sleman sebagai Nara sumber menggaris bawahi apa yang telah disampaikan oleh Panewu Seyegan. Nunuk menyampaikan bahwa tema percepatan kebangkitan Ekonomi dan pemulihan kondisi sosial merupakan penanganan terhadap dampak Covid-19. Semua prioritas pembangunan hendaknya mengaju kepada kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
Pada kesempatan itu pula, Nunuk mengharapkan usulan yang ditampung dalam kegiatan pembangunan Kapanewon Seyegan tahun 2022 baik Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM), Non PUPM maupun diluar keduanya difasilitasi juga oleh dewan melalui dana Pokir yang digelontorkan setiap tahunnya.

Haris Sugiharta, Ketua Dewan yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan bahwa postur anggaran 2021 diprioritaskan untuk penanganan dampak covid 19. Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 2021 turun 12 Milyar untuk 86 Kalurahan, sedangkan APBD murni difokuskan untuk pemberdayaan ekonomi.
Haris menambahkan, pada tahun 2022 tetap diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi dan kondisi sosial masyarakat melalui pokir DPRD.
Ditambahkan pula oleh Shodiqul Qiyar, anggota Dewan dari komisi C, isu strategis di Kapanewon Seyegan perlu dicermati agar anggaran 2022 sesuai kebutuhan. Terutana di sektor pertanian, perlunya gerakan kemandirian pangan.
Qiyar juga menambahkan perlunya pendampingan terhadap anak putus sekolah melalui Paket Belajar dan kelas wirausaha mandiri.
Sedangkan anggota Dewan Nafsir Fauzi, SH, menyampaikan bahwa pengajuan proposal dari masyarakat kebanyakan untuk pembangunan fisik, masih sedikit sekali kegiatan sosial yang fokus untuk pemberdayaan ekonomi.
Acara dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab peserta dengan Nara sumber dan diakhiri dengan penanda tanganan Berita Acara Musrenbang.

-AS-