Seyegan – Kegiatan donor darah yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Sleman berhasil melampaui target peserta. Kegiatan ini berlangsung di halaman GOR Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Rabu (22/4/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.
Aksi donor darah ini diikuti oleh pamong kalurahan, relawan, hingga masyarakat umum. Sejak awal kegiatan, antusiasme peserta terlihat tinggi, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga tahap pengambilan darah.
Sekretaris Dinas Sosial Sleman, Sigit Indarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan stok darah yang masih belum ideal di Sleman.
“Setiap bulan Sleman membutuhkan sekitar 3.000 kantong darah, sementara yang tersedia baru sekitar 2.000 kantong. Ini yang membuat kami terus mendorong kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa donor darah bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi memiliki dampak langsung terhadap keselamatan nyawa manusia.
“Donor darah bukan sekadar memberikan setetes darah, tetapi menyelamatkan nyawa. Ini bentuk nyata solidaritas sosial masyarakat,” tambahnya.
Perwakilan PMI Kabupaten Sleman juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ketersediaan stok darah di rumah sakit. Menurutnya, kebutuhan darah terus meningkat setiap hari, sehingga aksi donor darah harus dilakukan secara rutin.
“Partisipasi masyarakat sangat kami butuhkan agar stok darah tetap aman dan mencukupi,” ungkapnya.
Selain bermanfaat bagi penerima, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor. Sri Handayani dari Dinas Sosial Sleman menjelaskan bahwa donor darah dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.
“Donor darah bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, merangsang pembentukan sel darah baru, serta membantu deteksi dini kondisi kesehatan,” jelasnya.
Menariknya, capaian peserta donor darah dalam kegiatan ini melampaui target yang ditetapkan. Dari kuota awal sebanyak 30 pendonor, jumlah peserta yang lolos skrining mencapai lebih dari 37 orang.
Capaian ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial.
Selama kegiatan berlangsung, panitia juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kesehatan yang berlaku. Peserta mengikuti setiap tahapan dengan tertib, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar hingga selesai.
Di akhir kegiatan, Sri Handayani mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi melalui aksi donor darah.
“Kebaikan sekecil apa pun akan berdampak besar bagi mereka yang membutuhkan,” pesannya.
Melalui kegiatan donor darah Sleman ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk berdonor semakin meningkat. Upaya ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan darah sekaligus memperkuat nilai gotong royong di tengah masyarakat.