Seyegan – Proses graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kapanewon Seyegan tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi juga momentum penting dalam membangun mental kemandirian masyarakat. Kegiatan yang digelar pada Kamis (23/4/2026) di Aula Lantai II Kapanewon Seyegan ini menekankan perubahan pola pikir sebagai kunci utama keberhasilan keluar dari ketergantungan bantuan sosial.

Sebanyak 40 KPM diundang dalam kegiatan graduasi KPM PKH Seyegan ini setelah melalui proses evaluasi oleh pendamping. Mereka dinilai telah mengalami peningkatan kondisi ekonomi dan mampu memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri di wilayah Kabupaten Sleman.

Koordinator Pendamping PKH Kapanewon Seyegan, Agung Fitrianto, menegaskan bahwa esensi utama dari graduasi adalah perubahan mindset.

“Graduasi bukan sekadar berhenti menerima bantuan, tetapi perubahan pola pikir dari menerima menjadi memberdayakan diri,” ujarnya.

Menurut Agung, bantuan sosial selama ini hanya bersifat stimulus untuk mendorong masyarakat bangkit secara ekonomi. Oleh karena itu, ketergantungan terhadap bansos harus diakhiri ketika kondisi sudah memungkinkan.

“Bansos itu sementara, tujuannya untuk memancing potensi, bukan untuk selamanya diandalkan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberanian untuk keluar dari zona nyaman menjadi tantangan terbesar bagi sebagian KPM. Keputusan untuk graduasi mandiri membutuhkan kesiapan mental dan keyakinan untuk memulai usaha atau meningkatkan penghasilan secara mandiri.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan mental dan spiritual dari motivator yang juga perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Seyegan. Suciono menyampaikan bahwa graduasi merupakan bentuk rasa syukur atas kemampuan yang telah dimiliki.

“Keputusan untuk graduasi mandiri adalah bentuk rasa syukur atas kemampuan yang diberikan Allah SWT,” ungkapnya.

Ia juga menekankan aspek sosial dari graduasi KPM PKH Seyegan. Dengan keluar dari program, para peserta memberi kesempatan kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan untuk mendapatkan bantuan sosial.

“Dengan graduasi, Anda memberi ruang bagi keluarga lain yang lebih membutuhkan,” tambahnya.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan progres positif. Dari 40 peserta yang diundang, sebanyak 31 KPM menyatakan siap untuk graduasi mandiri. Sementara itu, sembilan peserta lainnya masih dalam tahap konsultasi keluarga, meskipun telah mengambil surat pernyataan graduasi.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberhasilan program PKH tidak hanya diukur dari penyaluran bantuan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk mandiri. Pemerintah melalui Dinas Sosial Kabupaten Sleman terus mendorong transformasi tersebut agar masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Dengan kesiapan mental dan perubahan pola pikir, para KPM diharapkan mampu bertransformasi dari penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi mandiri. Graduasi KPM PKH Seyegan ini sekaligus menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih produktif dan sejahtera.