Seyegan – PKBM Saka terus mendorong peningkatan literasi kesehatan bagi warga belajar melalui kegiatan sosialisasi terpadu. Bekerja sama dengan Puskesmas Seyegan, kegiatan ini digelar di Pendopo Kaliklangsi Babrik Jamblangan, Margomulyo pada Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 30 warga belajar ini tidak hanya menghadirkan sosialisasi kesehatan, tetapi juga penandatanganan kerja sama (MoU) antara PKBM Saka Seyegan dan Puskesmas Seyegan. Materi yang disampaikan meliputi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), bahaya merokok, serta kesehatan reproduksi remaja.

Kepala PKBM Saka, Hermawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran nonformal yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga keterampilan hidup.

“Kegiatan sosialisasi kesehatan ini seharusnya dilaksanakan pada semester ganjil, namun baru terealisasi pada semester genap karena beberapa kendala,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat memahami dan menerapkan materi yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, bekal pengetahuan kesehatan menjadi hal penting, terutama bagi remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Materi pertama disampaikan oleh Sunu Ardi Widayat yang membahas tentang P3K. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pertolongan pertama sebagai langkah awal penanganan korban sebelum mendapatkan bantuan medis lanjutan.

“Pertolongan pertama adalah upaya memberikan bantuan secara cepat dan tepat kepada korban kecelakaan atau sakit sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Ia juga memperkenalkan prinsip dasar penolong melalui konsep PATUT, yang mencakup kesiapan diri, pengamanan lokasi, hingga tindakan yang sistematis. Selain itu, peserta diingatkan pentingnya mengetahui akses layanan darurat seperti call center ambulans dan lokasi fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Atik Nur Istiqomah yang mengangkat tema kesehatan reproduksi remaja. Ia menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek mental dan sosial.

“Kesehatan reproduksi remaja mencakup kesiapan fisik, mental, dan sosial dalam menjalani masa pertumbuhan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan berbagai risiko yang dihadapi remaja saat ini, seperti meningkatnya kasus pernikahan usia dini, penyakit menular seksual, penyalahgunaan napza, hingga kekerasan seksual. Oleh karena itu, edukasi sejak dini dinilai penting untuk membentuk perilaku hidup sehat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PKBM Saka Seyegan dalam menghadirkan pendidikan yang holistik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Puskesmas Seyegan, warga belajar diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran dan keterampilan dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Dengan pendekatan edukatif dan praktis, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sadar kesehatan, mandiri, serta siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.