Seyegan – Kalurahan Margokaton meluncurkan Buku Profil Budaya Margokaton sebagai upaya mendokumentasikan kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki wilayah tersebut. Acara bedah buku digelar pada Selasa (2/9/2025) di Gedung Pertemuan Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Panewu Seyegan Agung Endarta, S.Sos, M.Si, Kapolsek Seyegan, para lurah se-Kapanewon Seyegan, pamong Kalurahan Margokaton, mahasiswa KKN UNY, serta tokoh masyarakat. Bedah buku dikemas dalam bentuk talk show dan menghadirkan perwakilan penyusun buku, Agus Suprihono.
Buku ini memuat sejarah Kalurahan Margokaton, adat istiadat, kesenian tradisional, hingga potensi khas di 12 padukuhan. Tujuannya tidak hanya sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya, peningkatan apresiasi, dan promosi identitas Margokaton di tingkat yang lebih luas.
Agus Suprihono, salah satu penyusun, menyampaikan bahwa buku edisi pertama ini masih membutuhkan kritik dan saran agar lebih sempurna. Ia juga mengapresiasi peran mahasiswa KKN di Padukuhan Susukan I yang turut membantu pengumpulan data.
Lurah Margokaton, Anggit Bimanyu, SP, memberikan penghargaan kepada tim penyusun, yaitu Agus Suprihono, Kasan Kurdi, dan Mei Anjar Wintolo. Ia menyebutkan bahwa buku ini merupakan hasil kerja keras menggali data dan cerita dari masyarakat, setelah sebelumnya digelar sarasehan kebudayaan.
“Buku ini memotret seni budaya dan sejarah Margokaton, sehingga masyarakat dapat lebih memahami identitasnya,” ujar Anggit.
Panewu Seyegan, Agung Endarta, menegaskan bahwa Buku Profil Budaya Margokaton adalah yang pertama lahir di Kapanewon Seyegan. Menurutnya, buku ini dapat menjadi rujukan dan warisan generasi muda untuk menjaga serta melestarikan budaya lokal.
“Pelestarian budaya tidak hanya sebatas prosesi, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambah Agung.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis buku kepada Panewu Seyegan, Kapolsek, lurah, dan dukuh setempat. Publikasi ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi Margokaton dan Kapanewon Seyegan dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas lokal.
