Seyegan – Kegiatan donor darah PMI Seyegan kembali mendapat respons positif dari masyarakat. Aksi kemanusiaan yang digelar PMI Kapanewon Seyegan di Pendopo Kapanewon Seyegan, Rabu (13/5/2026), berhasil melampaui target peserta dengan mengumpulkan 38 kantong darah dari total 43 pendaftar.

Kegiatan donor darah yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pamong kalurahan, relawan, unsur kepolisian, hingga warga umum di wilayah Seyegan.

Aksi sosial ini menjadi bagian dari upaya Palang Merah Indonesia Cabang Seyegan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kabupaten Sleman yang hingga kini masih cukup tinggi.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan sekaligus pengurus PMI Cabang Seyegan, Subagyo Rahayu, mengatakan donor darah memiliki manfaat besar, baik bagi penerima donor maupun kesehatan pendonornya.

“Kegiatan donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan fisik dan mental pendonornya,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurut Subagyo, kegiatan donor darah rutin PMI Seyegan selama ini dilaksanakan secara bergilir di berbagai wilayah agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Pola jemput bola tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan partisipasi warga untuk menjadi pendonor aktif.

Sebelumnya, PMI Cabang Seyegan juga menyelenggarakan kegiatan donor darah dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman yang digelar di GOR Kalurahan Margoluwih.

Antusiasme masyarakat pada kegiatan kali ini bahkan melampaui target yang ditetapkan panitia. Dari 43 peserta yang mendaftar, sebanyak 38 orang dinyatakan lolos skrining kesehatan dan berhasil mendonorkan darahnya. Sementara peserta lain belum memenuhi syarat kesehatan untuk melakukan donor.

Pengurus PMI Cabang Seyegan, Ipnu Sutopo, menjelaskan bahwa kebutuhan darah di Kabupaten Sleman saat ini masih tergolong tinggi.

“Kebutuhan darah di Sleman mencapai sekitar 60 hingga 70 kantong per hari atau sekitar 3.000 sampai 3.500 kantong setiap bulan,” kata Ipnu.

Namun demikian, ketersediaan darah dari donor rutin rata-rata baru mencapai sekitar 1.900 hingga 2.500 kantong per bulan. Kondisi tersebut menyebabkan PMI masih sering mengalami kekurangan stok darah, terutama pada momentum tertentu seperti bulan Ramadan dan akhir tahun.

“Pada kondisi tertentu, stok darah harian bahkan hanya mencapai sekitar 50 kantong. PMI Sleman sampai harus mendatangkan pasokan darah dari daerah lain seperti Malang dan Surabaya untuk memenuhi kebutuhan,” jelasnya.

Selain membantu menyelamatkan nyawa sesama, donor darah juga memberikan manfaat emosional bagi pendonor. Menurut Ipnu, seseorang yang mendonorkan darahnya umumnya merasakan kepuasan batin karena telah membantu orang lain yang membutuhkan transfusi darah.

“Donor darah dapat meningkatkan kesejahteraan emosional karena memberikan rasa bahagia dan kepuasan batin setelah membantu menyelamatkan nyawa orang lain,” tambahnya.

PMI Kabupaten Sleman terus mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan donor darah, khususnya bagi pemilik golongan darah tertentu yang sering mengalami kekosongan stok. Informasi ketersediaan darah dapat dipantau melalui media sosial resmi PMI Sleman maupun kanal informasi publik lainnya.

Selain itu, PMI juga terus memperluas layanan donor darah keliling di berbagai wilayah untuk meningkatkan jumlah pendonor aktif dan menjaga ketersediaan stok darah tetap aman.

Ipnu berharap semakin banyak generasi muda ikut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.

“Kami berharap munculnya pendonor pemula dari kalangan remaja agar tumbuh kepedulian generasi muda terhadap tanggung jawab kemanusiaan kepada sesama,” pungkasnya.