Seyegan – Tim Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKN-M) 30353 Non-Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) “Memayu Tegalweru” menggelar pelatihan Pranatacara atau pembawa acara berbahasa Jawa bagi pemuda-pemudi Padukuhan Tegalweru, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Sabtu (12/09/2026).

Program ini menjadi salah satu ikhtiar mahasiswa dalam mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus pengembangan keterampilan generasi muda di tingkat akar rumput.

Penanggung Jawab Program, Ramdhani Surya Hadi, mengatakan program ini lahir dari keprihatinan atas mulai lunturnya minat generasi muda terhadap tradisi lokal, termasuk tradisi pranatacara yang selama ini identik dengan generasi tua.

“Program kerja ini berakar dari fenomena yang sedang banyak terjadi saat ini, di mana anak muda mulai kehilangan minat terhadap tradisi-tradisi budaya lokal, salah satunya tentang pembawa acara berbahasa Jawa atau yang kerap disebut dengan pranatacara,” ujar Ramdhani.

Pelatihan menghadirkan Victoria Maharani, seorang praktisi panatacara, sebagai pemateri utama. Selain pemaparan teori, peserta turut dibekali praktik langsung membawakan teks panatacara dengan memperhatikan empat unsur utama, yakni intonasi (wirama), penghayatan (wirasa), pelafalan (wicara), dan gestur tubuh (wiraga).

Lebih dari sekadar pelatihan komunikasi, program ini turut membekali peserta dengan keterampilan komunikasi publik dan literasi budaya di luar jalur pendidikan formal, sejalan dengan semangat pembelajaran sepanjang hayat sebagaimana termuat dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Penguasaan bahasa Jawa krama dan keterampilan berbicara di depan umum yang diperoleh peserta juga membuka peluang bagi generasi muda untuk berkiprah sebagai pranatacara secara profesional, selaras dengan SDGs ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Sementara itu, upaya regenerasi pelaku budaya lokal ini turut memperkuat ketahanan sosial dan identitas masyarakat Padukuhan Tegalweru, sejalan dengan SDGs ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

Pemateri pelatihan, Victoria Maharani, mengapresiasi inisiatif program ini serta antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.

“Dari pelatihan ini tadi juga sudah terlihat antusiasme dari teman-teman pemuda dan pemudi, khususnya dalam menjawab pertanyaan dan juga praktik,” ujar Victoria.

Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus melestarikan budaya Jawa, khususnya panatacara, di tengah kian jarangnya minat generasi muda terhadap tradisi tersebut.

Antusiasme turut dirasakan peserta pelatihan. Salah satu pemuda Tegalweru yang mengikuti pelatihan menilai kegiatan ini efektif mengubah kesan bahwa bahasa Jawa krama itu kaku dan sulit dipelajari, sekaligus menegaskan pentingnya peran aktif pemuda dalam meneruskan tradisi tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.

Ramdhani berharap, dari Padukuhan Tegalweru kelak lahir generasi panatacara muda yang terampil dan percaya diri, serta siap meneruskan pelestarian budaya luhur di masa mendatang.