Seyegan – Pemerintah Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, menggelar Musyawarah Kalurahan Khusus (Muskalsus) untuk menetapkan penerima bantuan jamban sehat yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) Tahun 2026. Musyawarah tersebut dilaksanakan pada Sabtu (7/3/2026) dengan agenda validasi, finalisasi, dan penetapan calon penerima bantuan.

Kegiatan Muskalsus di Seyegan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat. Peserta yang hadir antara lain Pemerintah Kalurahan, para dukuh, BPKal, Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPMKal, Karang Taruna, RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat.

Melalui forum musyawarah tersebut, disepakati sebanyak enam kepala keluarga (KK) sebagai calon penerima bantuan jamban sehat Danais Tahun 2026. Selain itu, ditetapkan pula 12 kepala keluarga sebagai cadangan penerima bantuan.

Carik Margomulyo, Irvan Susanto, S.Pd., menjelaskan bahwa program bantuan jamban sehat merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat di wilayah Kalurahan Margomulyo, Seyegan.

Menurutnya, sanitasi yang baik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap seluruh warga dapat memiliki akses jamban yang sehat dan layak sehingga dapat mencegah penyebaran penyakit akibat sanitasi buruk,” ujar Irvan.

Ia menambahkan bahwa program jambanisasi yang bersumber dari Dana Keistimewaan DIY ini menyasar rumah tangga pra-sejahtera yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menekan angka stunting serta meningkatkan kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, bantuan yang diberikan berupa stimulan material bangunan. Material tersebut meliputi semen, kloset, dan pipa saluran dengan nilai sekitar Rp7,5 juta untuk setiap kepala keluarga penerima.

Program ini terutama diperuntukkan bagi rumah tangga yang belum memiliki jamban atau masih menggunakan fasilitas WC cemplung. Dengan adanya bantuan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memiliki akses sanitasi yang lebih layak.

Selain bantuan material, pembangunan jamban sehat juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui sistem gotong royong. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan warga sekaligus mempercepat proses pembangunan fasilitas sanitasi.

Dalam kesempatan tersebut, Irvan juga membacakan daftar nama penerima bantuan jamban sehat yang telah disepakati dalam Muskalsus Kalurahan Margomulyo. Daftar tersebut mencakup enam penerima utama serta 12 penerima cadangan.

Ia menegaskan bahwa sanitasi yang baik memiliki dampak langsung terhadap kesehatan keluarga, terutama bagi anak-anak.

“Sanitasi yang baik sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Dengan jamban yang sehat dan layak, kita berharap kualitas hidup warga semakin baik dan risiko stunting dapat ditekan,” jelasnya.

Program bantuan jamban sehat ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Margomulyo di wilayah Seyegan. Pembangunan jamban sehat dijadwalkan akan segera dimulai setelah proses distribusi material selesai dilaksanakan.

Musyawarah Kalurahan Khusus tersebut kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara penetapan penerima bantuan jamban sehat Dana Keistimewaan Tahun 2026 sebagai bentuk kesepakatan bersama seluruh peserta musyawarah.

Melalui program ini, Pemerintah Kalurahan Margomulyo berharap kualitas sanitasi masyarakat dapat terus meningkat sehingga kesehatan lingkungan dan kesejahteraan warga semakin terjaga.