Seyegan – Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kapanewon Seyegan periode 2026–2031 resmi dilantik pada Jum’at (2/1/2026) bertempat di Masjid Al Kautsar, Mrincingan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam penguatan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan pembangunan karakter masyarakat.
Acara pelantikan dihadiri oleh jajaran Pengurus DMI Kabupaten Sleman, Panewu Seyegan, Kepala KUA Seyegan, Kawat Sosial Kapanewon Seyegan, Lurah Margomulyo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kalurahan Margomulyo, perwakilan IPHI, PCM, pengurus DMI Kapanewon Seyegan, serta para takmir masjid se-Kapanewon Seyegan.
Dalam sambutannya, Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, menyoroti tantangan sosial yang dihadapi masyarakat akibat pengaruh media sosial yang semakin masif. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.
“Keberadaan DMI menjadi wadah strategis untuk memperkuat pembentukan mental generasi muda melalui nilai-nilai keagamaan,” harap Eko.
Sementara itu, Ketua Tim Formatur DMI Kapanewon Seyegan, H. Toni Susanto, menyampaikan laporan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) DMI Kapanewon Seyegan yang telah dilaksanakan pada 7 September 2025 di Kantor Kapanewon Seyegan. Ia menjelaskan bahwa kepengurusan dan program kerja yang disusun pada prinsipnya melanjutkan program sebelumnya, seperti pengajian dan pertemuan rutin setiap Jumat Wage.
Selain itu, DMI Kapanewon Seyegan juga akan terus menjalin sinergi dengan DMI Kabupaten Sleman dalam penguatan ketakmiran masjid, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, guna meningkatkan kesejahteraan jamaah.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pimpinan Daerah DMI Kabupaten Sleman Nomor 134/DMI Sleman/SK/I/2026 tentang Pengesahan Pengurus dan Personalia Pimpinan Cabang DMI Kapanewon Seyegan Periode 2026–2031. Selanjutnya dilakukan pengucapan ikrar pengurus DMI yang dipimpin oleh H. Suripto, SH, M.Si, Ketua II DMI Kabupaten Sleman.
Dalam arahannya, Suripto mendorong agar segera dibentuk DMI Ranting di setiap kalurahan untuk memperkuat pembinaan masjid. Ia juga menegaskan bahwa banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan, mulai dari penguatan ekonomi umat, kesejahteraan jamaah, hingga pengelolaan lingkungan berbasis masjid.
“DMI Kabupaten Sleman juga mendukung masjid-masjid yang belum memiliki aplikasi Sistem Informasi Masjid (SIMAS). Intinya, DMI hadir untuk mensejahterakan jamaah masjid,” tegasnya.
Panewu Seyegan, Agung Endarta, S.Sos., M.Si, dalam pengarahannya menilai DMI Kapanewon Seyegan sebagai organisasi yang dinamis. Dari sekitar 120 masjid di Kapanewon Seyegan, baru sekitar 40 masjid yang tercatat aktif dalam DMI. Ia menekankan pentingnya masjid sebagai pusat peradaban yang amanah dan terpercaya.
Kegiatan pelantikan ditutup dengan pengajian dan doa yang disampaikan oleh Ustadz H. Djumroni, menandai awal kepengurusan baru DMI Kapanewon Seyegan periode 2026–2031.
