Seyegan – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, memanfaatkan Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperkuat upaya pencegahan stunting melalui intervensi spesifik bagi ibu hamil. Program tersebut diprioritaskan bagi 13 ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) melalui pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan pendampingan kesehatan selama 120 hari.
Program tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) TPPS Kalurahan Margomulyo yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo pada Selasa (14/7/2026). Rakor dihadiri Ketua TPPS Kalurahan Margomulyo, Carik Margomulyo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bidan Desa dari Puskesmas Seyegan, serta kader kesehatan yang tergabung dalam TPPS.
Ketua TPPS Kalurahan Margomulyo, Ervan Susanto, mengatakan pelaksanaan program dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kalurahan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Ervan, masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai jadwal penyaluran bantuan, kuota penerima, maupun mekanisme pendaftaran dapat berkoordinasi langsung dengan kader kesehatan di masing-masing padukuhan.
“Pelaksanaan Program TPPS dan distribusi bantuan gizi bagi ibu hamil dikelola secara berjenjang hingga tingkat kalurahan. Untuk mengetahui jadwal penyaluran, kuota bantuan, maupun cara mendaftarkan ibu hamil sebagai penerima manfaat, masyarakat dapat berkoordinasi dengan kader kesehatan di padukuhan masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan di 13 padukuhan, saat ini terdapat 46 ibu hamil di wilayah Kalurahan Margomulyo. Namun, kuota Program TPPS yang didukung Danais hanya tersedia bagi 13 penerima manfaat sehingga diprioritaskan kepada ibu hamil dengan kondisi KEK.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk intervensi dini untuk meningkatkan status gizi ibu hamil sehingga risiko melahirkan bayi yang mengalami stunting dapat ditekan sejak masa kehamilan.
Sementara itu, Bidan Desa dari Puskesmas Seyegan, Widya, mengungkapkan bahwa Puskesmas Seyegan juga telah melaksanakan program PMT bagi ibu hamil KEK selama satu bulan terakhir. Selain mendapatkan PMT, para ibu hamil juga memperoleh dukungan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.
Widya menambahkan, hasil Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Tahun 2025 telah menetapkan sejumlah program prioritas dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Seyegan. Program tersebut meliputi Gerakan Asuhan Gizi dan Protein (Gaspro), Kesehatan Reproduksi (Kespro), Parenting, serta Kelas Ibu Hamil.
“Hasil Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Tahun 2025 menetapkan bahwa upaya penurunan stunting di wilayah Seyegan akan diintervensi melalui kegiatan Gaspro, Kespro, Parenting, dan Kelas Ibu Hamil. Jadi selain pemberian PMT, kita juga bisa menjalankan salah satu program hasil MMD tersebut,” jelas Widya.
Dalam Rakor tersebut, seluruh peserta menyepakati bahwa bantuan PMT dari Danais akan diberikan kepada 13 ibu hamil KEK. Selain itu, TPPS Margomulyo juga akan menyelenggarakan Kelas Ibu Hamil yang diikuti oleh 32 ibu hamil dari 13 padukuhan.
Kegiatan Kelas Ibu Hamil akan berfokus pada senam ibu hamil, edukasi kesehatan, pemenuhan gizi seimbang, serta peningkatan pengetahuan mengenai pola hidup sehat selama masa kehamilan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang janin secara optimal.
Program intervensi bagi ibu hamil KEK dan pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dijadwalkan berlangsung selama 120 hari mulai Agustus 2026. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai target, kader kesehatan diminta segera menyelesaikan pendataan ibu hamil KEK di seluruh padukuhan hingga akhir Juli 2026.
Melalui kolaborasi antara pemerintah kalurahan, tenaga kesehatan, dan kader kesehatan di tingkat padukuhan, TPPS Margomulyo berharap program yang didukung Danais tersebut mampu meningkatkan status gizi ibu hamil sekaligus menjadi langkah nyata dalam mencegah lahirnya kasus stunting baru di Kalurahan Margomulyo. Dukungan lintas sektor tersebut dinilai menjadi kunci agar target percepatan penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan.
