Hari Kamis (7/10/2021) Paud Imbas SPS Buah Hati Bunda Jamblangan Kalurahan Margomulyo, Seyegan mengikuti penilaian Lomba Apresiasi gugus Paud tingkat kabupaten Sleman.
Hadir juga dalam pelaksanaan lomba apresiasi tersebut Antun Suratmi selaku Penilik Paud, Dukuh Jamblangan dan Ketua Komite Paud Buah Hati Bunda.
Dewan Juri yang berasal dari Dinas Pendidikan dan Forum Paud Kabupaten berkesempatan memberi penilaian dan evaluasi kepada Paud Buah Hati Bunda, baik dari komponen Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Manajemen Paud, Sarpras dan Partisipasi Masyarakat.
Mengawali kegiatan lomba, Sutarto Agus Raharjo, selaku ketua Komite, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus menceritakan latar belakang pendirian Paud yang didirikan pada tahun 2014 dan mulai beroperasional tahun 2015. Keinginan untuk mempunyai gedung sendiri juga disampaikan selain jumlah anak didik yang masih sedikit.

Dilanjutkan dengan penilaian lomba yang dibagi menjadi 4 komponen penilaian. Selain bukti admistrasi kegiatan belajar mengajar, tim penilai juga berkesempatan melihat sarana fisik pendukung, seperti ruang imtak, perpustakaan, uks, ruang ketua lembaga, ruang sentra, dan fasilitas diluar ruangan.
Dalam evaluasinya, Winarsih , Pengawas dari Dinas Pendidikan yang mewakili Tim juri menyampaikan beberapa masukan berkaitan dengan Komponen komponen penilaian. Dalam komponen pembelajaran, Winarsih menyampaikan bahwa perencanaan dan pelaksanaan belajar mengajar sudah berjalan dengan baik, sedangkan analisis penilaian dan portofolio kurang lengkap. Unsur dinas juga perlu dimasukkan dalam TPK. Dibidang Sarpras, perlu ditambahkan penghapusan barang yang sudah rusak. Demikian juga dengan pemanfaatan dan pemeliharaan perlu dicatat.
Ruangan kantor juga tidak luput dari penilaian. Ada beberapa masukkan berkaitan dengan hal itu, misalnya ruangan kantor perlu disekat supaya fokus,perpustakaan dan ruang buku perlu dibenahi administrasinya. Adapun yang perlu ditambah untuk kelengkapannya adalah UKS, perpustakaan dan Alat Peraga Edukasi (APE) luar ruangan.

Dalam bidang partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan, program komite lebih diperjelas dan melibatkan unsur orang tua, guru dan tokoh masyarakat artinya ada realisasi program partisipasi gugus Paud dalam pengembangan/pemberdayaan masyarakat sekitar.
Peran tokoh masyarakat (dukuh, Rt/ RW) sangat penting terutama dalam memotivasi masyarakat yang memiliki anak usia dini untuk memasukkan anaknya ke lembaga Paud.
Ari Retnowati, selaku Kepala Lembaga Paud Buah Hati Bunda, dalam tanggapannya menyampaikan terima kasih atas segala evaluasi yang dilakukan oleh tim juri. Retno menganggap dan merasakan bahwa lomba apresiasi ini layaknya sebagai pembinaan terhadap lembaga Paud yang dipimpinnya.
Retno menyadari bahwa untuk perkembangan lembaga perlu ada evaluasi mutu layanan oleh pihak lain termasuk oleh wali murid sebagai pengguna langsung. Hal ini untuk mengetahui efektifitas program yang dilaksanakan oleh lembaga. Dengan melihat kelemahan dan kelebihan bisa menjadi bahan untuk perbaikan program selanjutnya.
Secara keseluruhan lomba apresiasi Paud berjalan dengan lancar