Bertempat di Aula lantai II SMA Negeri I Seyegan dilaksanakan Adhyaksa peduli Stunting melalui Gerakan Nasional aksi Bergizi yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Sleman dan Puskesmas Seyegan .
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jum’at (05/05) tersebut diawali dengan senam pagi dihalaman sekolah dan di lanjutkan dengan sarapan pagi bersama dan setelah itu baru dilaksanakan acara talk show Gerakan Nasional Aksi Bergizi.
Kegiatan dengan yel yel “CEGAH STUNTING – ITU PENTING” menghadirkan 2 nara sumber yaitu Ginanjar Danar Pamenang, SH, MH dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Sleman dan dr. Adit dari Puskesmas Seyegan. Hadir juga pada acara tersebut dr. Novita Krisnaeni, MPH (Dinkes Sleman), Drg. Ratih Susila (Kepala Puskesmas Seyegan), Subagyo Rahayu, MM (Kawat Sosial Seyegan), Sujarwo (Lurah Margo Agung), dan Kristya Mintareja, S.Pd, M.Ed, St (Kepala Sekolah SMA N 1 Seyegan).
Acara ini digelar sebagai wujud dukungan terhadap penanganan stunting dari lintas sektor dengan tujuan mencegah stunting sedini mungkin. Pada kesempatan tersebut Kejaksaan Negeri Sleman berkesempatan untuk menggelar Gerakan Nasional aksi Bergizi.
Dihadapan 100 siswi sebagai peserta, acara Talk show dibuka dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA N 1 Seyegan. Dalam sambutannya Kristya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinkes, Kejari dan Puskesmas Seyegan yang telah menunjuk SMA N 1 Seyegan menjadi pilot Gerakan Nasional Aksi Bergizi dalam mencegah stunting.
Sangatlah tepat bila yang disasar adalah siswi karena kaum wanita adalah calon ibu yang perlu mendapat edukasi berkaitan dengan asupan gizi yang harus dipenuhi. Kristya memberi gambaran bahwa di SMA N 1 Seyegan setiap tahunnya dari 324 peserta didik baru, 20% nya adalah pendaftar afirmasi/tidak mampu. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama, bagi siswa afirmasi tidak hanya dibebaskan dari administrasi keuangan tapi juga dipedulikan asupan gizinya selama menempuh pendidikan. Artinya pendidikan juga berkontribusi untuk pencegahan stunting.
Kristya juga mempunyai gagasan untuk membuat Kantin Keikhlasan di sekolahnya, siswa/i silahkan mengambil makanan di kantin yang telah disediakan, dan membayar seikhlasnya bagi yang mampu dan bagi yang tidak mempunyai uang tidak usah membayar.
Diakhir sambutannya, Kristya mengingatkan kepada peserta bahwa wanita adalah madrasah yang pertama bagi manusia, sehingga mempersiapkan wanita yang sehat adalah utama karena ada 3 aspek yang harus dibebankan kepada wanita yaitu akhlak, kecerdasan dan ketrampilan.
Ginanjar, Jaksa dan Kasi Intelijen Kejari Sleman yang menjadi nara sumber pertama dalam Talk show menceritakan tentang pola asuh yang dialaminya waktu kecil. Terlebih mengenai asupan gizi yang diperoleh sehingga menjadi Jaksa seperti sekarang ini.
Asupan Gizi yang cukup merupakan modal untuk masa depan terlebih untuk Wanita sebagai calon ibu, guna mempersiapkan anak anak tang sehat.
dr. Adit dari Puskesmas Seyegan sebagai pembicara kedua menyampaikan bagaimana supaya hidup sehat, asupan gizi seperti apa yang seimbang dan manfaat tablet tambah darah sebagai upaya penambahan zat besi bagi wanita.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan gerakan minum tablet tambah darah bagi 100 siswi yang hadir. Sebelumnya juga telah dilaksanakan pemeriksaan HB untuk 360 anak di 6 kelas. Pemeriksaan HB ini berkaitan dengan asupan gizi.
Sebagai closing statemen dari nara sumber adalah diharapkan aksi bergizi di SMA N 1 Seyegan ini menjadi pemicu gerakan gerakan selanjutnya. Untuk itu ditunggu partisipasi pihak pihak terkait untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang meningkat sehingga stunting dapat turun secara signifikan