Pasar Jum’at Pagi (Sarjugi) Kapanewon Seyegan kembali digelar oleh Forkom UMKM Seyegan, Jum’at (9/6) bertempat di Pendopo Kantor Kapanewon Seyegan dihelat acara rutin sebulan sekali tersebut sebagai ajang promosi produk pelaku UMKM di wilayah Seyegan.
Ditemui disela sela pelaksanaan Bazar, Ketua Forkom.UMKM Seyegan, Marzuni, SE menyampaikan keluh kesahnya berkaitan dengan strategi yang tepat untuk membangkitkan animo bagi pelaku UMKM dari generasi muda. Perlu start up bagi generasi milenial untuk terjun ke UMKM. Era digitalisasi dalam segala aspek ini membutuhkan generasi yang bukan saja melek teknologi tapi juga punya sense of bussiness yang memadai. Pendeknya tidak saja cakap dalam kualitas produk namun juga fasih dalam pemasaran produknya. Inilah yang menurut Marzuni menjadi tantangan bagi forkom di masa sekarang dan mendatang.

Diawali senam massal masyarakat Seyegan dan kemudian dilanjutkan bazar atau pameran produk UMKM. Berbeda dengan bulan sebelumnya, kali ini kegiatan Sarjugi diikuti pula oleh Peserta pelatihan Tata Boga yang sudah 2 minggu dilaksanakan di Kapanewon Seyegan. Sebanyak 16 peserta pelatihan tata boga unjuk kebolehan memamerkan hasil kreasi boga nya untuk dijual di stand stand yang sudah disediakan.
Pelatihan Tata Boga sendiri diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja Kabupaten Sleman yang didanai dari kegiatan PUPM Kapanewon Seyegan. Menjadi istimewa Bazar UMKM kali ini disemarakkan dengan demo membuat bakpia dan lapis legit oleh peserta pelatian tata boga dengan didampingi oleh Instruktur boga, Roni Kurniawan, M.Pd.
Hadir dalam kegiatan sarjugi dan baking Demo tersebut, Kepala BLK Kabupaten Sleman, Rina Pandu Oertiwi, S.Sos, yang memberi semangat dan apresiasi kepada peserta pelatihan Boga, Karena belum genap 30 hari pelatihan sudah berani menampilkan karya boganya yang merupakan hasil pelatihan selama ini. Rina juga berharap setelah selesai pelatihan, peserta dapat mengembangkan ketrampilan boganya untuk menjalankan bisnisnya.
Pesan Rina kepada peserta intuk membuka jaringan seluas luasnya sehingga produk bisa terjual dan bisnis berjalan lancar. Pihak BLK juga akan membantu untuk menawarkan produk dari peserta. Berkaitan dengan bisnis, BLK juga membantu untuk membuatkan NIB dan MBIZZ.

Dipandu oleh bu Warsi dan Bu Rina dengan didampingi instruktur Roni, baking demo berjalan dengan lancar dan antusias warga sekitar juga cukup tinggi dengan banyaknya yang datang untuk melihat dan bertanya pada saat demo berlangsung. Disela sela demo tersebut, juga dilakukan testimoni peserta pelatihan boga tahap pertama yang sudah mendapat banyak manfaat dengan pelatihan yang pernah diikuti. Testimoni ini harapannya menjadi motivasi kepada peserta pelatihan untuk bersungguh sungguh dalam mengikuti kelas boga