Seyegan – Implementasi Budaya SATRIYA Sleman kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam menjalankan birokrasi pemerintahan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan rapat staf dan pisah sambut Panewu Anom Kapanewon Seyegan yang digelar di Ruang Puntadewa, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kapanewon Seyegan ini dihadiri jajaran aparatur sipil negara (ASN) serta mitra kerja lintas sektor. Momentum ini sekaligus menjadi ajang transisi kepemimpinan dari pejabat lama kepada pejabat baru Panewu Anom.

Panewu Seyegan, Agung Endarta, dalam arahannya menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat.

“Mutasi ataupun promosi merupakan hal yang biasa bagi aparatur negara. Hal tersebut dimaksudkan untuk penyegaran dan pengembangan karier,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agung juga menyampaikan apresiasi kepada Ageng Wijaya yang kini bertugas sebagai Panewu Anom Kapanewon Ngemplak. Ia sekaligus menyambut Azwar Efendi sebagai pejabat baru di Seyegan.

“Silaturahmi tetap dijaga, cepat menyesuaikan diri di tempat yang baru, dan semoga karier semakin baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agung menekankan bahwa Budaya SATRIYA Sleman harus menjadi pedoman perilaku seluruh ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Budaya ini merupakan akronim dari Selaras, Akal budi luhur-jati diri, Teladan, Rela melayani, Inovatif, Yakin percaya diri, dan Ahli profesional.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi harus diimplementasikan secara nyata dalam setiap aktivitas birokrasi.

“Budaya SATRIYA bukan sekadar akronim, tetapi nilai yang harus dihidupi dan diwujudkan dalam setiap tugas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penerapan budaya kerja ini memiliki dasar hukum melalui Peraturan Bupati Sleman Nomor 14 Tahun 2018. Regulasi tersebut menjadi instrumen penting dalam memperkuat kinerja organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Budaya ini diterapkan untuk memperkuat organisasi Pemkab Sleman, dengan pengawasan dan survei penerapan secara berkala,” jelas Agung.

Sementara itu, Panewu Anom Seyegan yang baru, Azwar Efendi, menyatakan kesiapan untuk melanjutkan program kerja dan memperkuat sinergi yang telah terbangun.

“Saya siap bekerja sama, berkolaborasi, dan melanjutkan semangat pelayanan di lingkungan Kapanewon Seyegan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ageng Wijaya mengungkapkan kesan mendalam selama bertugas di Seyegan selama delapan tahun. Ia menyebut wilayah tersebut sebagai rumah kedua yang memberikan banyak pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya.

Kegiatan pisah sambut ditutup dengan pemberian kenang-kenangan, jabat tangan, serta sesi foto bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Suasana tersebut mencerminkan soliditas serta komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai Budaya SATRIYA Sleman.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.