Seyegan – Pemerintah Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Usaha Mulia Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo pada Sabtu (7/3/2026).

Muskal ini menjadi forum tertinggi dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan BUMKal. Agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah evaluasi kinerja pengelolaan usaha desa sekaligus penetapan laporan pertanggungjawaban BUMKal Usaha Mulia.

Kegiatan Muskal BUMKal Usaha Mulia ini difasilitasi oleh Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Margomulyo. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Lurah dan pamong kalurahan, Ketua dan anggota BPKal, pengurus BUMKal Usaha Mulia, pendamping desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, perwakilan Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK), serta tokoh masyarakat.

Ketua BPKal Margomulyo, Supriyadi, SH, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Muskal LPJ BUMKal merupakan ruang evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menilai kinerja lembaga ekonomi desa tersebut.

“Muskal LPJ BUMKal ini merupakan ruang untuk evaluasi sekaligus menilai kinerja BUMKal sebagai lembaga ekonomi desa,” ujar Supriyadi.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan BUMKal harus dilakukan secara transparan, demokratis, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Payung hukum pengelolaan BUMKal antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes, Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pembentukan dan Pengelolaan BUMKal, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BUMKal.

Sementara itu, Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto, menyampaikan apresiasi terhadap BUMKal Usaha Mulia yang telah memiliki badan hukum resmi. Ia berharap BUMKal mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Ke depan kalurahan dituntut untuk mandiri. BUMKal dan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi ujung tombak dalam meningkatkan PAD,” ungkapnya.

Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati, MM, menambahkan bahwa otonomi kalurahan harus diiringi dengan peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan unit usaha desa.

Menurutnya, pengelolaan unit usaha BUMKal di wilayah Seyegan diharapkan mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

Acara inti Muskal adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban pengelolaan BUMKal Usaha Mulia tahun 2025. Laporan diawali dengan penyampaian hasil pengawasan oleh Pengawas BUMKal, Sutarto Agus Raharjo.

Dalam laporan tersebut disampaikan sejumlah catatan evaluasi, antara lain perlunya peningkatan koordinasi antara pengurus dan pengelola unit usaha. Selain itu, terdapat catatan terkait kerugian pada unit usaha budidaya jagung serta perlunya penguatan administrasi, legalitas, dan strategi pengembangan usaha.

Direktur BUMKal Usaha Mulia, Agung Mujihartono, kemudian memaparkan laporan kinerja dan laporan keuangan BUMKal sepanjang tahun 2025. Beberapa unit usaha yang dijalankan BUMKal antara lain peternakan ayam petelur, supplier program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta budidaya jagung untuk mendukung ketahanan pangan.

Dalam laporan keuangan yang disampaikan, BUMKal Usaha Mulia tercatat memperoleh laba bersih sebesar Rp24.005.694 pada tahun 2025.

Dari laba tersebut, Pemerintah Kalurahan Margomulyo menerima bagi hasil sebesar Rp7.201.708. Penyerahan bagi hasil tersebut dilakukan secara simbolis oleh Direktur BUMKal kepada Lurah Margomulyo dalam forum Muskal.

Setelah melalui sesi diskusi dan tanggapan dari peserta musyawarah, forum Muskal akhirnya menerima Laporan Pertanggungjawaban BUMKal Usaha Mulia Tahun 2025.

Penerimaan laporan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Lurah Margomulyo, Ketua BPKal, perwakilan LKK, serta tokoh masyarakat yang hadir.

Melalui Muskal ini, diharapkan BUMKal Usaha Mulia dapat terus berkembang secara profesional dan mampu memperkuat kemandirian ekonomi kalurahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.