“Usulan kegiatan dengan pendekatan kebutuhan bukan pendekatan keinginan dan menetapkan kegiatan dengan skala prioritas….”

Demikian disampaikan oleh Subagyo Rahayu, S.IP selaku Pj Lurah Margokaton dalam pengarahan, sambutan sekaligus membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) Kalurahan Margokaton pada hari Jum’at 1 Oktober 2021 di Balai Kalurahaan.
Kalurahan Margokaton merupakan kalurahan ke 3 di wilayah Kapanewon Seyegan yang telah melaksanakan Musrenbangkal untuk perencanaan pembangunan tahun 2022. Musrenbangkal sendiri merupakan forum perencanaan pembangunan tahunan dengan kegiatan prioritas yang akan dibiayai oleh Dana Desa.
Sebelumnya ditempat yang sama, Siti Baroroh, S.IP, SH, Panewu Anom yang mewakili Panewu Seyegan memberikan pengarahannya dalam kaitan dengan kegiatan kegiatan yang dibiayai selain dari dana desa. Siti mengingatkan untuk bisa mengakses juga kegiatan yang dibiayai dari sumber lain seperti BKK dan Danais.
Harapannya, usulan kegiatan yang tertuang dalam RKP Kal ini dapat dicermati dan dikoreksi bersama sekaligus nantinya bisa diterima oleh peserta yang mewakili semua unsur yang ada di wilayah kalurahan Margokaton.

Dihadiri tidak kurang dari 40 peserta dari kapanewon Seyegan, pamong kalurahan, BPKal, Babinsa/Babinkantibmas, Lembaga Kalurahan, Pengurus Bumdes, Pendamping Desa dan Tokoh Masyatmrakat, Musrenbangkal berjalan dengan baik dan lancar.
Setelah sambutan dari ketua BPKal, Supranyoto, pemaparan Musrenbangkal dimulai dan dipandu okeh Irdhon Hidayah selaku Carik.

Dari Pangripto Kalurahan, Widodo Indiarto disampaikan prioritas program yang tertuang dalam 5 bidang dengan masing masing sub bidangnya. Dari paparannya terlihat jelas jenis kegiatan, sasaran/manfaat dan rencana sumber dananya.
Untuk bidang 1 ( bidang penyelenggaraan pemerintahan desa) alokasi dana sebesar Rp 1.960.683.177,-, bidang 2 ( bidang pelaksanaan pembangunan) sebesar Rp 2.600.902.787,-, bidang 3 ( bidang pembinaan kemasyarakatan desa) sebesar Rp 145.800.000,-, bidang 4 ( bidang pemberdayaan masyarakat) sebesar Rp 79.100.000,- dan bidang 5 ( bidang penanggulangan bencana, keadaan darurat) sebesar Rp 170.859.000,-.
Kemudian oleh Irdhom Hidayah disampaikan pula daftar usulan BKK Kabupaten Sleman tahun 2023 yang mencakup 2 bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dengan total usulan dana sebesar Rp 2.245.000.000,-.

Sedangkan usulan kegiatan keistimewaan DIY tahun 2023 yang diusulkan sebesar Rp 600.000.000,- dan merupakan kegiatan pembinaan grup kesenian Sebagai upaya dalan pelestarian budaya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan diskusi dan tanya jawab dari peserta serta penjelasan Kapanewon dan Kalurahan untuk klarifikasi kegiatan yang didiskusikan.